Aruna
  • WpView
    Leituras 239
  • WpVote
    Votos 15
  • WpPart
    Capítulos 2
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização seg, out 30, 2017
Debur ombak merangkak naik ke pangkuan Aruna. Tapi ia memilih untuk tak bergeming, tetap di posisinya, bersimpuh di garis pantai. Isakan mulai meluncur dari mulutnya. Punggung yang semula tegap itu kini tampak bergetar. Dengan mata nanar, ia memandang laut dihadapannya. Di menit selanjutnya ia bangkit. Tungkainya berayun maju. Selangkah. Dua langkah. Di langkah ketiga separuh tubuhnya sudah terendam air laut. Lalu, dengan gerakan tunggal yang anggun, seolah gerakan itu merupakan bagian dari sebuah tarian, ia membenamkan diri ke dalam air laut. Sanggul berhias untaian kuntum bunganya terburai ketika kepalanya masuk ke dalam air. Setelah itu kau tak terlihat lagi. Bahkan setelah cahaya fajar mulai merengkuh lautan pun kau tak muncul lagi ke permukaan.
Todos os Direitos Reservados
#79
aruna
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Together for Love
  • Waktu?
  • ARUNA Dalam Diam, Aku Tumbuh
  • Laut menyimpan rahasia ibu
  • A Love Lost Beneath the Blue
  • Setelah Langit Berbisik
  • Raina
  • Terdampar Di Pulau Misterius

Nura harus merelakan orang yang diam-diam ia puja dan ia damba bertahun-tahun lamanya dimiliki oleh sahabatnya sendiri. Klasik memang. Tapi, masalahnya bukan terletak kepada siapa akhirnya cinta yang ia perjuangkan berlabuh. Toh, gadis penyuka puisi itu sudah belajar sedari awal bahwa cinta tak mesti bersama. Mungkin belajar mencintai orang yang tak dicintai itu sulit. Tapi, Nura paham bahwa ada yang lebih sulit dan juga menyakitkan dari sekadar melihat orang yang kita sayang lebih bahagia dengan orang lain. Kehilangan seseorang di saat ia sayang-sayangnya.

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo