Si Oepil
  • WpView
    Reads 2,435
  • WpVote
    Votes 37
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing1h 53m
WpMetadataNoticeLast published Sat, Oct 28, 2017
Gaes gaes, gimana ya rasanya dibully gara-gara hal paling sepele di dunia (baca:upil)? Pasti nyebelin, gregetin, bikin ngenes kemana-mana. Sama seperti kisah Rafa, masa remajanya "terenggut" gara-gara secuil (maaf) upil. Dia dapat julukan sakral dari teman-temannya. Julukan yang bahkan lebih terkenal dari namanya sendiri. Sejak saat itu, dia tak bisa lagi menikmati masa remaja keren yang diidamkan. Beragam hal konyol dilakuin demi mengembalikan masa remajanya. Dapatkah Rafa mendapatkan kembali masa remaja kerennya? Cuzz kepoin yuk!
All Rights Reserved
#200
tuban
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Last Of Us - Chapter 2 [COMPLETED]
  • NAIRA
  • The Last Of Us - Chapter 1 [COMPLETED]
  • Our Love Story || HIATUS
  • TAKDIR YANG KU JAGA
  • HIGH SCHOOL HEARTBEATS
  • Berlian Tersesat
  • TRAI Z (ON GOING)

Ryan yang memutuskan untuk melakukan perjalanan sendiri tanpa teman-temannya. Ia memiliki tujuan sendiri yaitu mencari orang tuanya dan orang tua teman-temannya yang lain, yang pergi ke pemerintahan, dan jugadia memutuskan untuk hidup sendiri di rumahnya dengan segala persediaan yang terbatas. "Maafin gue teman-teman,". Kalimat yang hanya bisa diucapkan oleh dia saat pertama kali pergi meninggalkan teman-temannya yang sudah dianggap seperti keluarga sendiri. Saat dia terbangun dari tidur, Ryan selalu teringat oleh kata-kata Mira sebelum gue meninggalkan dia dan yang lainnya, "Lu gak akan pernah sendiri Yan, gue dan yang lain selalu ada buat lu,". Kalimat tersebut yang membuat air mata mengalir membasahi pipinya di pagi ini.

More details
WpActionLinkContent Guidelines