We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
YOUNIVERSE (Tahap Revisi)

YOUNIVERSE (Tahap Revisi)

  • WpView
    Reads 5,398
  • WpVote
    Votes 128
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadMatureComplete Wed, Oct 21, 2020
WpInfo
Fanfic
BTS
Mataku terpejam cukup lama, nafasku tersengal. Aku merasakan tubuhku terjatuh begitu dalam, begitu gelap, hingga aku merasa saat itu hidupku akan berakhir. Sampai pada akhirnya aku merasakan seseorang menggenggam tanganku. Aku melihatnya samar, dia berusaha menarikku ke permukaan. Namun, begitu aku sungguh menaruh harapan besar padanya, dia melepaskan genggamannya dengan raut wajah yang tak bisa aku baca. Dia membiarkanku jatuh semakin dalam kedalam lubang tanpa dasar. membunuh seluruh impian dan harapanku. Seharusnya saat itu aku tidak menyerahkan seluruh hatiku padanya, jika memang hanya untuk dihancurkan. Aku percaya padanya, tapi dia telah mengkhianati ku. Aku menganggap dia adalah duniaku, tapi dunia telah meninggalkanku. Dia yang tak ingin ku ingat namanya, dia yang tak ingin ku lihat wajahnya, Alif Satya Purnama
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Misunderstand
  • RAJAWALI
  • Rumit~
  • Memories in Moon
  • ABOUT ME : Aku Ingin Istirahat
  • Hiraeth'n
  • Wrong Feeling ~Namon~
  • Promise
  • A Second Chance #Brotherhood 3 (Complete)
  • Leet Me Meet Him [On Going]

Aku mencintainya, tetapi karena sesuatu aku pergi meninggalkannya jauh dari hidupnya. Karena kepergianku yang tiba-tiba, aku menyesal mengapa tak ku dengarkan dulu penjelasannya. Mengapa tak ku tanyakan dulu apa maksudnya. Entahlah ini kesalah pahaman yang fatal menurutku. Aku bersembunyi selama lima tahun darinya, guna menyembuhkan hatiku yang terluka dan kecewa. Mungkin sekarang ia sudah bahagia bersama kekasihnya yang baru, entahlah. -Carissa Sabiyya Dalisha *** To: Carissa Sabiyya Dalisha Teruntuk kamu, orang yang masih selalu menghantui tidurku. Kemana kamu pergi, Ca? Aku merindukanmu disini. Apa kesalahanku hingga kamu meninggalkanku seperti ini? Bahkan saat aku kerumahmu tak kutemukan siapapun disana. Tolong kembalilah, aku ingin kamu menjadi jodohku, Ca. Bukan bermaksud mendahului takdir Tuhan. Aku hanya mengusahakan kita kembali seperti dulu. Aku terlalu mencintaimu, hingga saat kamu pergi hatiku tak mampu mencintai siapa pun lagi. Ketahuilah bahwa sampai kapan pun kamu itu tetaplah kekasihku. Entah kapan kamu akan membaca dan membalas pesanku ini, tetapi satu yang harus kamu tahu bahwa aku akan tetap menunggu walau harus sepuluh tahun lagi ataupun seribu tahun lagi. Ku tetap menunggumu, Carissa. From: Fikhar Daneer Allam Copyright©2020 By Intan Wahyu Andini

More details
WpActionLinkContent Guidelines