Power From The Bottom Heart

Power From The Bottom Heart

  • WpView
    Reads 336
  • WpVote
    Votes 63
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Feb 7, 2018
Saat kita berada pada kegelapan yang tak berujung, bukan matahari yang beranjak pergi. Melainkan kita lah yang berdiam diri, tak berusaha keluar dari kelamnya gua tuk mencari secercah cahaya dimana matahari berada. Selamanya akan berada pada gua yang pengap dan gelap, tak dapat menghirup udara segar dengan sejuta keindahan dunia dari-Nya.
All Rights Reserved
#866
religius
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Hijrah Bersama Imamku
  • Merindukan mu dalam diam [Revisi]
  • Gus, Suami Saya? (Selesai)
  • Pasangan Halalmu (END)√
  • Takdirku menjadi istri gus (Selesai)
  • HAISYA : Gus Haidar & Alesya
  • Berlabuh di Takdir-Nya
  • Cinta yang Taat
  • Find Me !

Tamat (Part Masih Lengkap) Mungkin aku terlalu egois dalam memendam sebuah perasaan. Perasaan yang sebenarnya tak pantas aku miliki. Aku yang begitu suram bisa-bisanya menyukai cahaya terang. Kini apa yang bisa kulakukan, menggenggam angin dan membawanya menjadi milikku? Jelas sekali itu mustahil. Tapi bagi sang Al-Mujib tidak ada yang mustahil. Berubah menjadi cahaya terang, sedangkan banyak sekali kegelapan? Entahlah. Jadi, tolong bantu aku untuk menggapai matahari dan meninggalkan laut dalam. Biarkan cahayamu membantuku naik ke angkasa. Jangan pernah kau tinggalkan aku yang sedang berjuang naik, aku takut terhempas jatuh ke dalam lubang hitam itu lagi. Tetaplah di sini menjadi cahaya penerang hidupku. #Salsal Put Warning! Ada beberapa typo.

More details
WpActionLinkContent Guidelines