The Best I've Ever Had

The Best I've Ever Had

  • WpView
    Lecturas 327
  • WpVote
    Votos 45
  • WpPart
    Partes 15
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación jue, ago 27, 2020
WpInfo
Ficción
Romance
Erishya Putri, seorang penulis dan editor enerjik yang workacholic sedang berada di puncak karirnya, tidak pernah membiarkan seorang lelakipun mendekatinya. Sampai Bara Andika datang dalam hidupnya. Laki-laki dengan pemikiran dewasa dan cerdas yang bisa menyusupi benteng 'anti cowok' Erishya. Dengan kesabaran, kecerdasan, dan rasa humornya, Erishya yakin Bara adalah lelaki yang dikirimkan Tuhan untuk menyembuhkan luka di masa lalunya. Namun kebahagiaan seperti enggan mendekati Erishya karena Bastian Winata muncul di hadapan Erishya tepat di saat dirinya siap untuk merengkuh kebahagiaannya kembali. Sang mantan terindah yang membuat semua keraguan kepada laki-laki kembali membuncah dalam hati Erishya dan menebalkan kembali benteng 'anti cowok' dalam hidupnya. Semuanya menjadi lebih rumit saat Erishya menyadari bahwa perasaannya untuk Bastian masih tersimpan dalam di lubuk hatinya. Kebingunan Erishya untuk melangkah membuat lembaran baru dengan Bara atau memaafkan Bastian dan kembali dengannya membuat Erishya berjuang dengan kekalutan dalam dirinya. Akankah benteng yang penuh kesakitan itu hancur? Apakah Erishya dapat berdamai dengan masa lalunya dan memaafkan semua rasa sakit di hatinya?
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • My Name Is Erwinda
  • CANTIKA
  • the hope
  • Cinta Lelaki Kedua (TAMAT)
  • EXCHANGE
  • Dangerous Couple [End]
  • MEISYA
  • You're [not] Mine
  • Cinta Dan Kasih Sayang (Writing Temporarily Suspended)

"Ayah!" ujar gadis kecil dipelukan Danu. "Aku sayang, Ayah!" ucapnya lagi, dan kali ini Danu benar-benar terharu. Baru kali ini ia dipanggil dengan sebutan Ayah di umurnya yang hampir kepala tiga. Danu mempercepat langkahnya menuju puskesmas terdekat, mengingat gadis itu sudah banyak kehabisan darah, lemas. Saat tiba di depan gedung putih dengan papan nama 'Puskesmas' yang terpasang di bangunan itu, gadis kecil tersebut tidak sadarkan diri lagi hingga ditangani oleh Dokter yang datang dari kota. "Apa anda ayahnya?" tanya sang Dokter usai memeriksa keadaan gadis malang itu. "Hm, a--aku... Aku bukan ayahnya ataupun keluarganya." jawab Danu. "Keponakan saya menemukannya di hutan saat kami mencari kayu bakar!" sambungnya takut dikira penculik apalagi pembunuh oleh orang lain, sungguh ia tak sekejam itu. "Oh, baiklah ikut ke ruangan saya!" Dokter menjelaskan bahwa gadis yang ia temukan itu sekarang sudah membaik, ia sangat bersyukur Danu membawanya tepat waktu kalau tidak mungkin nyawanya sudah melayang. ____ "Aku Arin, namamu siapa?" tanya keponakan Danu pada gadis yang baru pertama kali ia bawa berkeliling semenjak gadis itu dirawat. Gadis itu hanya terdiam, karena sudah lama menunggu uluran tangannya diterima Arin segera menurunkannya. Gadis itu nampak bingung, yang ia ingat hanyalah ayah. Padahal yang ia panggil ayah bukanlah ayahnya, sungguh prihatin. "Erwinda, namamu Erwinda." ucap Danu membuat semua tercengang, termasuk Dani adiknya. "Istrimu, itukan nama istrimu," ujar Arum adik iparnya itu. "Ya, kurasa nama itu cocok untuknya!" senyum kini terlukis di wajah Danu, sebelumnya hanya ekspresi datar yang ia tunjukkan setelah kepergian Erwinda istrinya. Gadis Itupun ikut tersenyum, sepertinya ia menyukai nama yang diberikan kepadanya.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido