My Only One

My Only One

  • WpView
    Reads 972
  • WpVote
    Votes 289
  • WpPart
    Parts 13
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jul 7, 2018
WpInfo
Fiction
Romance
Apakah kau masih sama? Kau, yang aku cintai Matamu yang menatapku Tanganmu yang mememegangku Apakah mereka masih mengingatku? Aku begitu dingin Kau mungkin tidak memiliki perasaan yang tersisa Aku sayang kamu, aku cinta kamu Kata-kata terakhir yang tak bisa aku ucapkan Aku mencintaimu untuk waktu yang lama Tapi aku sudah lelah Bahkan jika kita kembali ke masa lalu Kita akan putus dengan cara yang sama Hatiku yang menyesal Kamu, kamu bilang akan menunggu Hubungan kita yang lemah, itu sudah jelas Dan akhirnya, hari itu menjadi layu Hari dimana aku kebetulan melihatmu Aku melihatmu ragu-ragu Maaf, aku minta maaf Kata-kata yang terus ku ulangi Aku mencintaimu untuk waktu yang lama Tapi aku sudah lelah Hatiku yang menyesal Kamu, kamu bilang akan menunggu Hubungan kita yang lemah, itu sudah jelas Dan akhirnya, hari itu menjadi layu Matamu yang mengatakan padaku untuk tidak kembali Tanganmu yang bisa aku rasakan dalam hatiku, aku ingat Jika di waktu sekarang Apakah kita telah berbeda? Bukannya mengatakan aku minta maaf Jika aku mengatakan bahwa aku akan menunggu Bunga yang indah seperti waktu itu Apakah itu tidak akan layu seperti ini? Apakah itu tidak berakhir seperti ini?
All Rights Reserved
#101
happyreading
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Remember Me As A Time of Day✅
  • Evanescence (Time Spent Walking Through Memories)
  • Look At Me!!!                                            [Follow Sblm Membaca❤]
  • Printemps
  • Starlight |Na Jaemin|
  • Why Do You Love Me [COMPLETED]
  • Don't Give Up
  • My Diary
  • First Love And Last Love(✔)🔚
  • The Kidnapper

Tidakkah kau rasakan waktu berlalu begitu cepat? Ia hampir saja membuatku melupakan satu hal yang paling menyakitkan tentang dirimu. Tentang kau yang tiba-tiba hilang seakan ditelan bumi. Tentang lenyapnya impian yang pernah kita rangkai bersama. Hidup bahagia dalam bahtera rumah tangga. Dan membangun sebuah keluarga kecil yang bahagia. Bahkan semua itu telah kita susun sedemikian apik dan terlaksana sesuai harapan. Namun ternyata kenyataan menamparku dengan kepergianmu. Kehidupan kita yang aku damba-dambakan sekarang hanya menjadi sebatas imajinasi. Sejak kepergianmu tak ada satu haripun yang aku lewati tanpa memikirkanmu Berulang kali ku paksa memoriku untuk memutar deretan hari yang kita lewati bersama kedua buah hati kita sebelum kepergianmu itu, berharap aku bisa menemukan jawaban atas semua pertanyaan-pertanyaan yang menghantuiku. Namun tak ada satupun dari rentetan kenangan itu yang menjawab kegelisahanku. Sampai akhirnya waktu, benar membuatku terbiasa. Mencoba menghapus semuanya meski seringkali dadaku sesak karena tangis yang tak bisa kulepas. Dan kini sudah dua tahun kisah kita berakhir tanpa kata pisah Dan takdir seolah mempermainkanku dengan mempertemukan kita kembali secara tidak sengaja Kau masih sama, tidak ada yang berubah Kau masih seperti sosok yang dulu membuatku jatuh hati Tapi yang membuatku terpukul adalah Tuhan merenggut ingatanmu.

More details
WpActionLinkContent Guidelines