To Build A Home

To Build A Home

  • WpView
    Reads 40
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Oct 9, 2017
Kinar tahu, Malang bukanlah tempat yang tepat untuknya memulai kehidupan yang baru. Namun suatu kejadian yang menimpa keluarganya mengharuskan Kinar dan adik satu-satunya menetap di sana, meninggalkan segala macam kehidupannya di Jakarta. Meski begitu, di setiap sudut kota itu ia letakkan harapan agar dapat memberinya nafas baru, kehidupan yang lebih layak untuk ia dan adiknya, juga segala bentuk luka yang semoga kelak sembuh, untuk sebuah rumah yang baru. Namun nyatanya, ia hanya berlagak lupa pada masa lalu yang sampai saat ini masih belum bisa ia lepas. Fabian Juanda, serta segala hal tentang lelaki itu. Dan semesta mempermainkan mereka kembali.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • PERIHAL MENGIKHLASKAN
  • Not My Mom And Dad
  • LOST MY BREATH (ON GOING)
  • ROADKILL
  • The Secret Girl
  • Perihal Waktu [ REVISI ]
  • Nepenthe
  • Semesta Ingin Aku Bagaimana (?)
  • LUKA
  • Jiwa Senada | Terbit

Tak ada hal yang harus Carla tolak jika dia datang kembali. Walau sudah berulang kali perjuangannya tidak dihargai. Jika dia menolak. Mungkin itu adalah hal paling bodoh selama 3 tahun ini dia perjuangkan dan menunggu. Laki-laki itu datang tanpa keberanian. Hanya dengan rangkaian bunga sebagai sosok dirinya dan selembar kertas sebagai mulutnya. Betapa bahagia Carla. Tuhan baik kepadanya setelah kenyataan mengikhlaskan kedua orangtuanya untuk pergi selama-lamanya. Laki-laki yang dia cintai selama ini, kini selalu bersamanya. Menggantikan sosok kedua orangtua. Walau memang tak sepenuhnya. Namun jika dia mendapat pilihan. Pertama, kehilangan kedua orangtua tetapi apa yang telah ditunggu datang. Kedua, orang yang telah ditunggu-tunggu tidak pernah datang, namun sosok kedua orangtua ada selalu untuknya. Tanpa berpikir dua kali, dia akan memilih yang pertama. Namun apa boleh buat, jika takdir berkata lain. Ketika dia harus menerima kenyataan kedua. Semua itu terjadi. Carla memutuskan untuk hidup sebatang kara. Ketimbang dia ikut dengan abang dan adiknya. Dia lebih senang di Indonesia walau sendiri. Karena hanya rumah yang ditempatinya kini pernah merasakan kekeluargaan. Takdir berjalan lagi lebih cepat. Tuhan mengambil semua miliknya. Orang yang dia sayang dan begitupun dengan ingatannya. Semua begitu cepat berubah hanya dalam waktu beberapa bulan. Semua kehidupannya berubah. Kini dia tinggal bersama keluarga kecilnya. Selalu ada kebahagiaan dibalik kesedihan yang mendalam. Dengan hadirnya seseorang yang begitu cepat mencintai Carla dengan sepenuh tanpa dia sadari. Namun marahnya tak bisa dia kendali saat tahu dengan apa yang sebenarnya terjadi kurang lebih 1 tahunn lalu. Betapa pahit rasanya mengetahui apa yang terjadi. Kemarahan itu Carla lampiaskan kepada semuanya. Keluarga keciln dan orang yang sepenuh hati membantunya untuk sembuh dan berusaha membahagiakannya. Sampai akhirnya kesadaran dia rasakan. Setelah kehilangan itu terjadi. Namun Tuhan ................

More details
WpActionLinkContent Guidelines