Story cover for Healing by author77
Healing
  • WpView
    Reads 202
  • WpVote
    Votes 10
  • WpPart
    Parts 10
  • WpView
    Reads 202
  • WpVote
    Votes 10
  • WpPart
    Parts 10
Ongoing, First published Oct 10, 2017
Amazing cover by ddunch

👼👼👼

"Berhubung gue udah jadi calon tunangan lo, berarti mulai detik ini kita pacaran." ucap Arshal sambil menampilkan senyum manisnya. Syarla meneguk susah salivanya.

Ini orang kenapa makin ganteng kalo makin deket?

"Eng-gak! Gue gak bakal sudi pacaran sama lo." tolak Syarla. Arshal tertawa hambar, membuat Syarla makin lemas.

"Emang gue minta persetujuan lo? Enggak, kan?"

Buset nih cowok! Batin Syarla.

"Lah? Gue harus kasih persetujuan 
 dong buat nerima atau nolak lo." elak Syarla. Arshal semakin tertarik untuk menggoda Syarla.

"Sekarang gue tanya, lo kalo dapet rejeki lo tolak gak?" tanya Arshal ngalor-ngidul membuat Syarla gemas.

"Ya namanya rejeki, mana mungkin gue tolak."

"Nah! Seperti halnya gue. Gue adalah rejeki buat lo, jadi lo gak bisa tolak gue."

"Ih, kok gitu?!"

"Karena gue rejeki, dan seperti yang lo bilang. Lo gak akan nolak rejeki. Jadi lo gak nolak gue. Fix, hari ini hari pertama kita jadian." jelas Arshal membuat Syarla mati kutu.

"Hah?!"

"Masih belum jelas? You are my girlfriend, and Iam is your boyfriend. Clearly, Baby?"

Ini cowok emang playboy garis keras! Batin Syarla gemas. 

"Apaan sih-"

"Fix! Hari ini kita resmi pacaran."

Ini cowok kenapa malah nyusahin sih??!

⏳⏳⏳

Haiii... Ini cerita pertamaku, tolong vote serta comment kalian ya... Karna hal itu sangat berharga bagiku😍😘😄Thanks!!
All Rights Reserved
Sign up to add Healing to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
Lisa [Sudah Terbit dalam Bentuk E-Book]  by ApsariAlya
49 parts Complete
•Story 2 of Erlangga• Sequel "About Love" ---------- Fiki to Lisa : "Lisa buruan bangun nanti kesiangan dapet hukuman kita." "Makannya di habisin biar badan lo nggak kaya tusuk gigi yang dikasih nyawa." "Pr nya dikerjain biar pinter." "Itu es krim nya belopotan goblok." Lisa to Fiki : "Eh Fik! Liat deh ganteng banget nggak sih?" "Traktir dong?!" "Lo itu kek ulet bulu, so unch unch gimana gitu." "Lisa sayang Fiki!" "Fiki ganteng, tapi masih gantengan dia." -------------- "Andai lo tau seberapa besar rasa yang udah gue kasih ke elo, dan andai lo tau kalo gue itu cemburu kalo liat lo lebih deket sama yang lain dari pada sama gue, gue itu suka bahkan cinta sama lo." •Fiki• "Andai gue bisa minjem mesin waktunya Doraemon gue bakal balik ke masa dimana gue bingung harus milih elo apa dia, dan kalo tau bakal kaya gini endingnya. Gue bakal milih elo, elo yang selama ini gue cari, cuma elo, bukan dia atau yang lainnya." •Lisa• . . . . . . . . . . Kisah dimana dua orang yang menjalin persahabatan dari mereka masih kecil hingga salah satu diantaranya menyimpan rasa cinta yang begitu besar. Namun siapa sangka jika gadis yang dicintainya lebih memilih mencintai lelaki lain? Ia tak bisa memaksa, meskipun harus bersandiwara, setidaknya dia ingin membuat gadisnya bahagia meski bukan bersamanya. Sebagian part dari cerita ini terinspirasi dari kisah nyata temen author sendiri. Kisah dua orang yang author padukan dalam satu kepribadian salah satu tokoh cerita yang pastinya sudah atas persetujuan dari pihak yang bersangkutan. . . . . . Cerita ini belum pernah direvisi, kesalahan dalam penggunaan tanda baca, kalimat, kata dan yang lainnya masih banyak ditemukan. EYD masih kacau. Jika ada waktu bakal ku revisi. Al harap kemakluman dari readers sekalian😇. Penasaran sama kisahnya? Langsung baca yukk! Dijamin seru lahh😗❤ Vote komen jangan lupa yess😚 DON'T COPY MY STORY!!! ©Original story by : ApsariAlya Start : 11 Maret 2019 End : 6 Mei 2019
Stay (Away) by hazelaice
64 parts Complete
⚠️Cerita Mengandung Bawang⚠️ "Lo maunya apa sih?!" Prilly mengeluarkan seringai menggodanya. Tangannya terulur menuju kerah seragam Ali, ia menarik kerah Ali hingga tubuh Ali terhempas mendekat ke arahnya. Lantas ia berbisik dengan suara seraknya, "Lo tanya mau gue? Mau gue itu cuma hati lo." "Murahan," ujar Ali sarkastik sambil menarik tubuhnya menjauh. Prilly masih mempertahankan seringaiannya. "Gue gak bakal semurahan ini kalo lo gak jual mahal sama gue," balas Prilly berusaha memepetkan tubuhnya kepada Ali. Hal itu membuat Ali berdengus jijik, enggan luluh dengan sikap Prilly. "Cih, dasar jalang!" Prilly menatap tepat di bola mata Ali, ia memonyongkan bibirnya dan memajukan dirinya seperti ingin mencium Ali. Tetapi, hal itu tentu hanya sebuah gertakan saja. "Gue gak bakal jadi jalang, kalo lo gak nolak cinta gue!" Prilly berteriak kencang tanpa memikirkan harga dirinya lagi. "Tapi, gue udah punya pacar!" Ali berdesis sembari menatap tajam Prilly. "Putusin pacar lo, terus jadian sama gue. Gampang 'kan?" Ucapan enteng Prilly membuat emosi Ali tersulut. "Lo gak cinta sama gue tapi lo terobsesi buat milikin gue. Dan itu buat lo gila!" Prilly berdecih, "Iya. Gue gila. Dan itu semua, karena lo!" Dua tahun bukanlah waktu yang singkat bagi Prilly untuk mengejar Ali dengan cara-cara murahan, dan hasilnya ia selalu ditolak mentah-mentah oleh Ali. Ini semua berawal dari Prilly yang sering mengumbar gombalan kepada laki-laki di kelasnya dan Ali adalah salah satunya, dan itu semua berakhir pada perasaan semu yang nyata. Awalnya Ali tidak pernah menganggap serius gombalan Prilly, tetapi Prilly mulai melakukan tingkah konyol, seperti saat Prilly mengumumkan kepada seluruh teman sekelasnya bahwa mereka resmi berpacaran. Hal itu membuat Ali muak dan membenci Prilly. Oleh karena tingkah murahan Prilly, Ali tidak ingin berinteraksi selayaknya teman sekelas kepada Prilly. Seringkali Ali menyuruh Prilly menjauh, namun selalu dibantah dan Prilly memilih untuk b
Untitled 2017  [Ongoing] by Sandrialova
11 parts Ongoing
Keduanya sama-sama tertawa ketika suasana perlahan mencair. Juwita yang mulai membuka diri kini kembali melontarkan pertanyaan acak yang Ia sesali setelahnya. "Kamu kalo kesini sama siapa, raf ? Pacar ?" Raut lelaki itu tiba-tiba berubah. Tatapan matanya berpendar kearah lain, menyembunyikan cemas yang tersirat di balik jawabannya yang santai. "Pacar saya lagi gga di sini, Rei. Dan dia bukan anak tongkrongan kayak kita." Tanpa sadar gadis itu menahan nafasnya sendiri, belum siap dengan jawaban yang diterimanya. "Oh, gitu. Udah lama LDR-nya ?" Juwita bertanya lagi dengan wajah ingin tahu, walau kenyataannya justru sebaliknya. Sebab menurutnya akan aneh ketika topik itu hanya berhenti sampai di situ saja. "Sejak lulus kuliah. Dua bulan yang lalu. Dia sekarang lagi lanjutin S2 di Jakarta." "Wowww,,,hebat ya dia masih semangat untuk kuliah. Limitted edition tuh cewek kayak gitu. Kamu beruntung, raf." Lelaki itu hanya menjawabnya dengan senyuman tipis. Kepalanya menunduk, menyembunyikan wajahnya dari Juwita yang sedang menatapnya nanar. Setelahnya, obrolan itu terjeda beberapa saat. Keduanya kembali sibuk dengan isi kepala masing-masing. Juwita yang merasa bersalah karena telah menghadirkan pembahasan yang berat, juga Asraf yang kini sedang mengabaikan kenyataan yang membuat suasana kembali hening. "Kayaknya salah banget ya kita baru ketemu sekarang ?" Rasanya seperti ada sebuah kekuatan besar yang menyerap habis suara-suara di sekitar mereka. Heningnya terasa mencekam ketika hanya ada suara Asraf dan debar jantungnya di sana. Pertanyaan Asraf tadi menggaung di telinga, menimbulkan rasa perih yang tidak seharusnya ada. Untuk apa Ia merasa kecewa ketika tahu bahwa Asraf ternyata sudah punya pacar ? Bukankah mereka tidak pernah memiliki hubungan yang spesial sebelumnya ?
My Little Monster - Completed by octrouble_mg
39 parts Complete Mature
Mata itu tiba-tiba terbuka dan menatapku. Langsung ke manik mataku. Aduh, copot deh ini jantung. Tali mana tali, buat ikat jantungku biar nggak jatuh. Hiks tolong.... "Kamu jangan pergi, temani aku disini," ucapnya pelan lalu memejamkan matanya lagi. "Hah? Mm... iya," gumamku sambil mengangguk pelan, meski ia tak melihatnya. "Kakak kenapa mabuk?" tanyaku memastikan apa ia bisa di ajak berbicara dengan normal. Lagi pula orang mabuk biasanya akan berkata jujur. Ku pikir dia ada masalah, meski jahat sih jika mendengar curhatan orang yang sedang mabuk, sedangkan aslinya ketika sadar ia akan memusuhiku lagi. Ilsya hanya tersenyum dalam tidurnya. Lantas tak lama bibirnya tiba-tiba melengkung kebawah, terlihat cemberut. Aku nyaris tersedak liur menahan tawa melihat ekspresi wajahnya yang dapat berubah-ubah dengan sendirinya. "Aku nggak suka liat kamu dengan orang lain." Jawabnya dengan raut wajah yang masih sedih. WHAATT?!! Ng-nggak suka, aku dengan yang lain? Sialan Monster ini, meski dalam keadaan mabukpun dia masih bisa membuatku grogi. "Maksud kakak apa?" tanyaku penasaran. "Aku suka kamu, bodoh!" jawabnya lantang, terdengar jelas di telingaku. Jedaaaaaaar...... Siapa yang sangka jika cinta bisa hadir dari rasa benci, dari caci, dari maki. Hinggi bersemi dalam hati tanpa bisa dipungkiri. Cinta ya cinta, tak memandang status, tak mmandang harta, derajat, ras, agama, dan jenis kelamin. Jika cinta telah menancapkan panahnya, siapapun takkan mampu menampiknya.
Im Yours. by GaaSukaGalaxy
17 parts Ongoing
"Percintaan itu memuakkan," ujar Aleena Gasha Zinantya. "Gak punya pacar tapi punya support system itu asik," ujar orang lain yang berakhir terikat dengan hubungan 'kekasih', Aruna Rumantara. "Jomblo itu asik," ujar seorang lain yang tetap menjomblo hingga saat ini, Kiana Sataryana. "Mau punya pacar, tapi selera gue terlalu di luar nalar," ujar satunya lagi yang meratapi nasibnya, Havina Laksadinata. *** Klimaks of the their Love Story "Gue gak sempurna." => "Gue gak butuh lelaki sempurna. Gue butuh lelaki yang menyempurnakan wanitanya." -Gasha. "Maaf, aku gak cocok buat kakak." => "Gak ada manusia yang cocok sama gue. Itu semua tergantung penilaian mereka mengenai gue sama lo. Gue ngerasa cocok sama lo. Jangan anggap lo gak cocok sama gue." -Aruna. "Gue, seneng kenal lo." => "Gue lebih seneng lagi kenal sama lo, kebih dari seneng. Bahkan kalau gue bisa ambil bintang, gue ambil sekarang juga buat lo." -Kiana. "Stop, semua berakhir. Gue ga pantes lagi buat lo." => "Pernah gue bilang? Lo gak pantes dimana? Lo yang punya hati gue, lo yang pantes milikin gue, buang segala insecure lo dan cerita ke gue, kenapa." -Havina. *** --Baca aja, aku ga bisa bikin deskripsi.-- •Mengandung bahasa kasar. Baik deskripsi ataupun kalimat, karena emang gue bukan orang yang ramah. Kalau lo gak suka, silahkan hengkang. •Nonbaku. •Jika tidak cocok dengan cerita, silahkan hengkang. •Boleh berkata kasar di kolom komentar, asal tidak membawa dalam dunia nyata. •Tolong Voment, biar aku semangat update. •Sorry for Typo. Typo bertebaran, harap dimaklumi.
You may also like
Slide 1 of 10
Sibling Goals cover
Lisa [Sudah Terbit dalam Bentuk E-Book]  cover
Living with Brothers  [TAMAT]✓ cover
Kakak Tingkat ✔ [COMPLETED] cover
Stay (Away) cover
Alice cover
Untitled 2017  [Ongoing] cover
My Little Monster - Completed cover
Reyhan dan Arsya [Completed] cover
Im Yours. cover

Sibling Goals

42 parts Complete

[Sibling Series #1] "Cicing maneh?!" ancam Syifa sambil mengacungkan jari telunjuknya ke depan wajah kakaknya. Andrea hanya menyeringai kecil, "Ih, kecoa nih," godanya sambil mendekatkan kecoa mainan yang ada ditangan kirinya pada tubuh adiknya. Wajah Syifa memerah dan mata yang mulai berkaca-kaca. "MAMA!!" teriaknya disusul dengan isakan yang cukup kencang. "Andrea jangan godain adek kamu terus ah!" sahut Ratna dari dapur. V E R Y S L O W U P D A T E S t a r t e d i n 2 1 A p r i l 2 0 1 7 E n d 1 0 F e b r u a r y 2 0 2 0