For Shadina

For Shadina

  • WpView
    Reads 21,519
  • WpVote
    Votes 1,850
  • WpPart
    Parts 20
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Oct 17, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
"HIDUP GUE HANCUR! MATI LO SEMUA! MATII!" sekiranya itu yang diucapkan Shadina gadis berparas cantik , dan ramah dulunya telah berubah . Hancur sudah dunianya karena papa nya sendiri . Namun , disaat dunianya terasa kian gelap dan kelam , cahaya itu datang . Cowok yang dikatakan sempurna dengan ketampanan , kepopuleran , dan kepintarannya dalam bidang pelajaran dan basket yang ia tekuni , malah membuat hidup Shadina kian lama kian membaik . Tetapi bagaimana saat Shadina tau pujaan hatinya itu memiliki rahasia besar yang meruntuhkan hatinya? Akankah kebahagiaan Shadina berlangsung lama atau malah sebaliknya?
All Rights Reserved
#781
couple
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • After J (Complete)
  • Imam Pilihan Appa [end]
  • LOVE NEEDS NO REASON
  • CACING PITA
  • My Childish Wife [TAMAT]
  • 💞Takdir Cinta💞
  • Clara Casandra

Note: mengandung kata kata kasar dan adegan yang cukup kasar juga. "Masih cantik juga Lo, tidur berapa tahun? Huh?" Tanyanya, lagi-lagi Jingga menghardik tangan cowok itu. Mata Jingga tertuju kebelakang tribun dimana masih ada Alfa yang tengah meninju seorang cowok berkacamata, Jingga tak kenal cowok berkacamata itu, mungkin dia berbuat masalah dengan dua iblis itu. "Gue ngomong sama elo! Liat gue!" Bentak Juna. Sontak, Jingga langsung menatap Juna dengan nafas yang mulai memburu. Lagi, Juna tersenyum miring lalu berdecak "Bangun!" Perintahnya sebari ia bangkit dari jongkoknya. Jingga meremas pinggiran roknya takut tanpa mau menuruti perintah Juna, membuat cowok tuh bertambah marah "Bangun anjing!" Bentak Juna. Gadis mungil itu perlahan bangkit, belum tegak ia berdiri sebuah tangan milik Juna mencekik lehernya membuat oksigen yang masuk maupun akan keluar begitu sesak. Jingga memukul-mukul lengan Juna dengan kedua tangannya "Kak, le-pa-sin" ucap Jingga susah payah. Bukannya melepaskan, Juna malah mengunakan kedua tangannya untuk mencekik leher Jingga membuat gadis itu bertambah lemas.

More details
WpActionLinkContent Guidelines