Story cover for Warusesa : After War by Rose_Inverno
Warusesa : After War
  • WpView
    LECTURES 607
  • WpVote
    Votes 49
  • WpPart
    Chapitres 1
  • WpView
    LECTURES 607
  • WpVote
    Votes 49
  • WpPart
    Chapitres 1
En cours d'écriture, Publié initialement oct. 11, 2017
Amethyst atau biasa disebut para indigo. Para jiwa istimewa yang terlahir kedunia dengan kelebihan khusus. Pada jaman kuno mereka adalah para spirit yang menjaga keseimbangan. Karena sebuah tragedi gelap mereka berpencar dari dunia gaib. Bhuta kala menyerang kota-kota para roh pada saat itu. Sebagian lagi mengurung diri mereka dalam kota berpelindung khusus. Sebagian memilih menjelma kedunia, terlahir sebagai fana.

20xx

Sandya Cahya. Salah satu kumpulan para Amethyst terbesar kehilangan pemimpin saat penyegelan gerbang Kusuma Saga. Tempat terkurungnya sang Bhuta Kala. Tanah Asmaraawang tempat berdirinya Sandya Cahya kehilangan master dan Pemimpin. Mereka menjadi kacau. Anggota tersisa mencoba bertahan menanti sang tanah gaib mengikatkan dirinya lagi pada seseorang. Seseorang yang tak pernah terduga sebelumnya.
Tous Droits Réservés
Table des matières

1 chapitre

Inscrivez-vous pour ajouter Warusesa : After War à votre bibliothèque et recevoir les mises à jour
ou
#55strategi
Directives de Contenu
Vous aimerez aussi
Buku Sihir Calon Arang (PRA-PESAN), écrit par zuraida27thamrin
14 chapitres Terminé
Pernahkah kau mendengar tentang kisah Calon Arang, seorang penyihir wanita yang sakti mandraguna pada jaman Kerajaan Kediri? Calon Arang menuliskan semua ilmu sihirnya ke dalam lontar Lipyakara. Lontar sihir ini kemudian diamankan oleh Mpu Bharadah, sehingga akhirnya Calon Arang dapat dikalahkan. Namun, siapa sangka, ternyata lontar sihir itu tidak hanya berisi mantra-mantra dan ritual sihir. Lipyakara juga berisi makhluk-makhluk mitologi berbahaya yang telah disegel oleh Calon Arang selama ratusan bahkan ribuan tahun silam. Lontar berbahaya itu sempat diamankan di Kahyangan, di bawah tanggung jawab Batara Sambu. Dan kini dinyatakan hilang. Sang dewa lantas meminta bantuan Batara Indra dan Batara Bayu untuk mencari Lipyakara. Di sisi lain, kehidupan seorang gadis SMA, Dahayu Gantari, selalu tidak beruntung. Hingga akhirnya, ia menemukan sebuah buku sihir yang dapat mengabulkan semua keinginan, mau kaya, cantik, pintar, bahkan membuat yang membenci jadi menyukai, semua itu perkara mudah. Hanya dengan sebuah buku sihir, setetes darah, dan sebait mantra, semua keinginan akan terkabul. "Dados rencana Kulo, kancani kulo, Melu Ning donyaku." Sayangnya, saat Dahayu mulai menikmati kehidupan barunya, hal-hal buruk mulai menghampiri. Dahayu lantas menemukan fakta jika buku sihir yang mengabulkan seluruh keinginannya adalah milik Calon Arang. Selain itu, sebuah rahasia mengenai masa lalu Dahayu akhirnya terkuak. Amazing Cover by @anluluu #AuthorNote : If you reading this story on any other platform OTHER THAN WATTPAD, You're very likely to be at risk of a MALWARE ATTACK. If you wish to read this story in it's ORIGINAL, SAFE, FORM, PLEASE GO TO :: https://my.w.tt/mumg0YNTE7
Vous aimerez aussi
Slide 1 of 10
Indagis 2: Sumatera Arc cover
Indagis 1: Jawa Arc cover
Contra Mundi II - Anak-anak Manusia cover
Langit Yang Tak Sama  cover
INDIGO! [TAMAT] cover
" SATRIA " cover
Buku Sihir Calon Arang (PRA-PESAN) cover
MATA-INDIGO Bangkitnya Kegelapan (Lanjut) cover
ABHATI cover
Janji Seribu Bulan ✓ cover

Indagis 2: Sumatera Arc

77 chapitres Terminé

Sekuel dari Indagis 1 Melanjutkan petualangan para Indagis, setelah mereka berhasil memenangkan pertempuran sengit di Tanah Bali. Kini kondisi mereka begitu terpecah dengan permasalahan dalam diri mereka masing-masing. Di sisi lain, takdir besar sedang menggerakkan mereka menuju ke Tanah Sumatera. Mereka akan bertemu dengan orang-orang baru, entah sebagai kawan atau lawan. Mereka harus terus berjuang untuk jadi lebih kuat, ikatan persahabatan mereka akan terus diuji oleh misteri yang mengintai dari balik kegelapan. Namun, ancaman selalu menghiasi perjalanan mereka. Penguasa Alam Gaib yang tersisa tentu tak akan tinggal diam. Mampukah para Indagis mengatasi tantangan dan segala ancaman yang ada di Tanah Sumatera?