single mother

single mother

  • WpView
    Reads 1,515
  • WpVote
    Votes 65
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Oct 11, 2017
WpInfo
Fiction
Romance
tuhan menitipkan bayi tak beribu dan berayah pada ku di usia yg cukup muda. bayi yang sejak kecil harus menderita karna sang ibu harus meninggalkan dia saat dia lahir sedangkan ayahnya entah siapa dan dimana.Ika adalah kakakku dia ibu kandung bayi kecil itu. Ika menitipkan amanah yg cukup besar.. dan memberikan nama yg Indah alsyad habibi khabaitullah. meski aku harus hidup di hina karna memiliki bayi tampa ayah tapi aku bersyukur alsyad ada di sisiku dan memberikan warna yg Indah untuk kehidupanku. "LESTI MAURA ATALIA" dari tatapannya pada anak itu membuatku yakin dia adalah wanita dan ibu yg baik. usianya baru 22 tahun tapi dia telah memiliki anak berusia 3 tahun. apakah masa lalunya begitu kelam.. maka izinkan aku mewarnai masa depannya. "RIZKI YANUAR PRATAMA" dia mencintai putraku seperti anak kandungnya. maka dia cocok menggantikan Ika di hatiku dan putraku. akan ku jadikan dia ibu dari anak-anakku. "DANANG ALHABIB PRADANA"
All Rights Reserved
#42
kitty
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Air Mata Cinta Di Teras Surga ( SELESAI )
  • PLEASE,,,LOVE ME BOY!! (ON GOING)
  • Bukan Salah Karma [Terbit]
  • My Sweet Husband (COMPLETE✔) Belum Revisi
  • Sepasang Sepatu Tanpa Arah [END]
  • You are in my past and my future [END]
  • My Diary
  • Angel In My Life
  • ANA UHIBBUKA FILLAH  (End)
  • Single mom

Malam ini, beberapa hari setelah aku kembali dari Arab Saudi, aku bersama ayah dan ibuku datang ke rumah salah seorang kerabat ayah untuk bersilaturrahmi di hari raya, dalih kami. Padahal, yang sebenarnya adalah kami memiliki maksud dan tujuan yang lebih utama dari bersilaturrahmi di hari raya, yakni untuk melihat gadis yang diinginkan ibu menjadi calon istriku. "Naira. Naira Salsabila nama lengkapnya. Naira ini adalah putri kandung kami." Begitu ayah gadis yang ingin kulihat itu memperkenalkan putri beliau kepadaku, dan kepada ibu dan ayahku, saat Naira, sapaan si gadis berhijab orange muda, menyajikan teh untuk kami yang sedang bertamu ke rumahnya. Naira, gadis berumur dua puluh tahun itu perlahan mulai mencuri pandanganku. Wajah putih lembut. Pipi yang merona. Tatapan matanya yang sendu. Senyum tipis yang mengunci bibir. Sikapnya yang santun. Pandangan yang senantiasa terkurung sungkan. Semua hal yang sungguh indah lagi anggun di mataku tersebut, seakan tak membiarkan hatiku untuk ragu pada niat suciku terhadapnya. Bahkan, sedikitpun keraguan tak ada bayangan akan tumbuh.

More details
WpActionLinkContent Guidelines