Queen Of Vampire

Queen Of Vampire

  • WpView
    LECTURAS 385
  • WpVote
    Votos 27
  • WpPart
    Partes 3
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación jue, oct 26, 2017
WpInfo
Ficción
Paranormal
DONT COPY THIS STORY! Calline Queen Roughrigez Mengapa semua sulit dan berubah seketika? Dan mengapa harus bertemu dengannya? Mengapa kisahku ini penuh dengan kesedihan? Sampai kapan semua ini akan berakhir? Allen Roger Jefferson Aku dingin dan tak tersentuh. Aku tidak peduli dengan hal-hal disekitarku. Aku selalu hidup sendiri dan merasa tak diharapkan. Masa lalu kelam membuatku seperti ini. Sampai suatu hari semua berubah. Akankah semua penderitaan ini berakhir?
Todos los derechos reservados
#190
mate
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • MY DESTINY (COMPLETED)
  • The Fate Of My Life (END)
  • Strong Girl [TELAH TERBIT]
  • Annalise and The Underworld [Ending]
  • Where am I?
  • I Want You To Know(SLOW UPDATE)
  • Queen. Re-Birth from my dark life
  • Shadows of the Main Story
  • Important Figuran (END)
  • Behind the Chill of the Night Wind

Kisah seorang gadis yang harus menerima kenyataan, bahwa dia adalah mate dari seorang Alpha kejam yang tidak ingin menerimanya _________________________________________ "Arrrrrggggghhhhhh" aku mendengar jeritan kencang gadis itu, aku melihat tubuhnya bersimbah darah karena perutnya tergores oleh kuku beracun Joseph yang sebenarnya di tujukan padaku. Tubuhku lemas seketika, aku ambruk di samping tubuhnya, kulihat matanya sayu namun masih terbuka. Aku menarik tubuhnya ke pangkuanku, tanpa sadar air mataku mengalir deras di pipiku. Jason mengerang kesakitan didalam kepalaku. "Tu-tuan tidak apa-apa? Tuan baik baik saja kan?" tanyanya lemah padaku sambil menyentuh pipiku menghapus air mata yang turun disitu. Tangannya terasa sangat dingin, darahnya terus keluar melalui perutnya yang terluka. Aku mengambil tangan mungilnya dari pipiku lalu mengecup telapaknya lama, air mataku tak mau berhenti menetes. "Mengapa kau mengkhawatirkanku disaat kau dalam keadaan seperti ini?" ucapku sambil terisak. "Tu-tuan kenapa menangis? Tuan kan membenciku? Aku tidak suka melihat tuan menangis, karena aku sssstttt aku me-mencintai tuan" ucapnya sambil menahan sakit, aku yang mendengar itu merasa tercabik cabik di dalam hatiku. 'Dia mencintaiku' aku senang mendengarnya namun..... "Aaaaarrrgggggghhhhhh" Ps : Maafkan author kalau cerita ini kurang menarik, dan terus beri kritik dan saran buat author biar kedepannya bisa membuat novel yang lebih bagus lagi, see you soon. Publish : Minggu, 26 Nov 2017

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido