Sweetest Pain

Sweetest Pain

  • WpView
    Reads 57
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Mar 31, 2018
bagaimana aku bisa jatuh cinta padamu? bagaimana bisa begitu sakit seperti ini? aku tak pernah menginginkan orang yang sejahat ini bisakah aku menyentuhmu jika aku mengatakan kalau aku mencintaimu ribuan kali? bisakah kau tahu hatiku jika aku menangis dan mengemis dengan percuma? haruskah aku mencoba membenci nama itu ribuan kali? haruskah aku menghitung berapa banyak rasa sakit yang kumiliki? cinta itu telah tumbuh terlalu besar karena kau bukanlah aku kau takkan merasakan hal yang sama seperti yang ku rasakan ya, akulah yang lebih menyukaimu. ------------------------------------------------------------------------------------------------------------------ Cerita ini terinspirasi dari lagu yang berjudul Younha - Waiting... -------------------------------------- Enjoy for reading^^
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • You're Here, But Not For Me
  • Marriage With Mr. Actor (The End)
  • cerita jatuh cinta
  • Restore Me | TAMAT✔
  • LELAH
  • Mutualism Symbiosis
  • The Love Sadistic Prince
  • SalFlo
  • ALSHA
  • Air Mata Cinta

Katanya, tatapan bisa bohong. Tapi kenapa setiap kali mataku dan matanya bertemu, jantungku selalu membocorkan semuanya? Aku yang diam-diam menyimpan perasaan, dan dia... entah menyembunyikannya, atau memang belum menyadarinya. Kadang aku berharap dia gak lihat. Tapi kadang juga kecewa waktu dia beneran gak lihat. Lucu ya? Dan aku? Aku tetap di sini. Setiap kali aku melihatnya, aku hanya bisa menatap dari kejauhan, menyembunyikan perasaan yang tak pernah terucap. Aku takut, jika aku mengungkapkannya, semuanya akan berubah. Jadi, aku memilih diam, menikmati setiap momen kecil yang bisa aku curi bersamanya. Aku sering bertanya-tanya, apakah dia pernah merasakan hal yang sama? Namun, aku terlalu takut untuk mencari tahu jawabannya. Karena jika ternyata tidak, aku harus siap menerima kenyataan yang menyakitkan. Aku tahu, ini bukan cinta yang sehat. Tapi bagaimana aku bisa berhenti mencintainya, jika setiap detik aku hanya memikirkannya? Aku mencoba untuk menjauh, untuk melupakan perasaan ini. Namun, semakin aku mencoba, semakin aku terjebak dalam perasaan yang sama. Seolah-olah hatiku menolak untuk melepaskan. Aku membayangkan bagaimana rasanya jika dia tahu perasaanku. Apakah dia akan menjauh, atau justru mendekat? Namun, semua itu hanya ada dalam pikiranku. Aku menulis tentangnya, tentang perasaanku yang tak pernah sampai. Menulis menjadi pelarianku, satu-satunya cara untuk menyalurkan perasaan ini. Karena aku tahu, aku tak akan pernah bisa mengatakannya langsung padanya. Aku hanya bisa diam dan menahan semuanya sendiri. Tapi mungkin, inilah caraku mencintai. Dalam diam, tanpa harapan, tapi penuh ketulusan. Aku tahu, mencintai dalam diam adalah pilihan yang menyakitkan. Tapi aku juga tahu, ini adalah satu-satunya cara agar aku tetap bisa berada di dekatnya. Meskipun hanya sebagai teman, aku sudah cukup bahagia. Karena setidaknya, aku masih bisa melihat senyumnya setiap hari.

More details
WpActionLinkContent Guidelines