Aliment

Aliment

  • WpView
    Leituras 240,729
  • WpVote
    Votos 19,006
  • WpPart
    Capítulos 45
WpMetadataReadConcluída sex, out 2, 2020
Ketika mulut tak mampu berkata, Biarkan makanan yang jadi perantara "Karena bunga, surat, dan benda lucu lainnya sudah terlalu mainstream." Dari 'Anonim' untuk Thalia. #18 dalam Short Story #29 dalam Short Story #34 dalam Short Story #47 dalam Short Story #270 dalam Short Story #298 dalam Short Story #351 dalam Short Story #532 dalam Short Story #604 dalam Short Story Please don't copy my story ⚠
Todos os Direitos Reservados
#55
lowercase
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Crossroads #TrueShortStory
  • Adore Him [Completed]✔
  • LEARA
  • Look at Me, MAMA! ✔
  • HILANG [Segera Terbit]
  • Me And My Broken Heart
  • Sasa
  • kang nganu-kth
  • their story
  • Luka di Sudut Ruang [END]

[COMPLETED] "Setidaknya persimpangan jalan itu tau, kalau aku selalu liatin kamu dari jauh." 🎀🎀🎀 Aku akan bercerita sedikit tentangnya. Dia Bima dan dia bodoh. Meskipun setiap kami bertemu, ia akan bilang; "Acha! Gue Bima dan gue ganteng!" Seperti yang aku bilang, dia adalah laki-laki paling bodoh yang pernah aku temui. Maaf kalau kalian adalah salah satu penggemarnya tapi, aku tidak bercanda. Hingga suatu saat ia mengajakku ke suatu tempat. Tempat yang dipenuhi dengan bunga dan daun kering yang berguguran. "Acha, lo masih inget gue?" Tanyanya. "Kamu gila. Tentu aku ingat. Kita bertemu di toko buku itu. Aku belum pikun, Bima." Ia tersenyum kecil. "Mulai sekarang, jangan inget gue lagi ya?" Dan sejak saat itu, aku melupakannya. Cover from Pinterest ❤

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo