Love In Youth

Love In Youth

  • WpView
    Reads 1,504
  • WpVote
    Votes 120
  • WpPart
    Parts 18
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Nov 4, 2024
Shasa, Nabilla, Rani, Amel empat remaja anak konglomerat dengan kehidupan sekolah yang menyenangkan bagai surga. Sampai sebuah tragedi membuat nasib mereka berubah seketika Mulai dari kehidupan sekolah yang mengerikan, identitas yang bertolak belakang, sampai perjanjian gila yang membuat mereka terikat dengan para bad princes. Disitulah persahabatan mereka diuji. Satu yang perlu diingat, selalu hadir pelangi setelah badai kan? ||||||||||||||||||||||||||||||||||| Jangan lupa klik bintang dan Follow dulu sebelum baca agar selalu update informasi mengenai cerita-cerita yang on going maupun coming soon. Thank you so much 🙏
All Rights Reserved
#27
songweilong
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • F A K E ? [End]
  • GALANG [SELESAI]
  • HOW THE YEAR ENDS
  • Dear OPPA [2013] | TELAH TERBIT
  • My Annoying Brother [END]
  • ALTHARISA [Selesai]
  • My Eternal Moon [ End ✔️]
  • Rewrite My Heart 2 [TERSEDIA DI GRAMEDIA]
  • Dependency ✓ [Sudah Terbit]
  • ALEAGRA [END]

[Follow sebelum baca] "Kamu dimana?" Rheva menatap lurus ke depan tepat dimana sepasang remaja saling bermesraan. "Aku di rumah, sayang" jawab seseorang di sebrang sana yang tidak lain ialah Alvaro sambil mengelus puncak kepala seseorang yang bersandar di bahunya. Yang tidak lain, ialah Agatha. Rheva tersenyum kecut dan berusaha menahan air matanya. "Madep belakang coba" Alvaro menyernyit bingung namun tak urung mengikuti perkataan Rheva dari sambungan teleponnya. Alvaro memalingkan wajahnya dan menghadap ke belakang setelah menyuruh Agatha untuk duduk tegap kembali. Alvaro terpaku saat melihat Rheva berdiri tidak jauh di depannya. Memutuskan sambungan telepon sepihak, Rheva langsung bergegas pergi saat Alvaro masih mematung di tempat. Begitu pun juga dengan sosok perempuan yang tadi bersama dan bermesraan dengan Alvaro. Alvaro masih terpaku di tempatnya karena tidak menyangka akan bertemu dengan Rheva di sini. Ah, lebih tepatnya dia ketahuan berbohong karena lebih memilih berjalan dengan Agatha dan mengingkari janjinya dengan Rheva. Saat ia ingin menyusul Rheva, sebelah tangannya di tahan oleh Agatha yang diam-diam tersenyum senang dalam hati saat melihat kedua mata Rheva berkaca-kaca tadi. "Mau kemana?" "Aku harus nyusul Rheva, Tha. Aku nggak mau dia berpikir yang engga-engga" "Kamu mau nyusul dia, dan ninggalin aku sendiri di sini?" Alvaro mengacak rambutnya frustasi karena bingung ingin menyusul Rheva atau meninggalkan Agatha sendirian di sini. Yang penasaran, yuk langsung baca aja. Jangan lupa follow, vote, comment sama share ya! #rank 1 in Fakboi [30 - 09 - 2021] #rank 1 in Umum [23 -10 - 2021] #rank 1 in Umum [30 -10 - 2021] #rank 1 in Fakboi [08 -11 - 2021] #rank 1 in Umum [11 - 11 - 2021 - 30 - 11 - 2021] #rank 1 in School [08 -12 - 2021] #rank 1 in Sahabat [18 - 12 - 2021] #rank 1 in Fakboy [12 - 01 - 2022] #rank 1 in Nangis [01 - 02 - 2022] #rank 2 in Friendship [12 - 03 - 2022] #rank 1 in Friendship [13 - 03 - 2022]

More details
WpActionLinkContent Guidelines