We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Betah
  • WpView
    Reads 102
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jan 25, 2018
WpInfo
Non-Fiction
"Iya, bye" Selesai. Begitu banyak 'bagaimana' memenuhi benak ku. Setelahnya ku panggil kembali ingatan tentang Deka, ku pikir dia yang tak tau tentang ku, tapi yang menjengkelkannya akulah yang tak cukup tau tentangnya. Menjengkelkan. Kenapa pula baru sekarang aku sadar, Dia tak lagi menggenggang ku. Ahh, mungin kemarin-kemarin hanya merenggang, sampai-sampai aku tidak sadar. Secepatnya harus ku lepas juga genggamanku padanya, dan kupastikan Ia lekas pergi.
All Rights Reserved
#410
kuliah
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • my bad boy
  • LOST ( Blue Star )
  • Kizu
  • My Past
  • My Darrel
  • My Destiny (Complete)
  • Lovely Enemy
  • semesta membatu
  • lewat Rindu[Lengkap]

"Bilang maaf!"perintah rava dengan nafas memburu, sejenak aku mengatur nafasku, dengan galak ku jawab ," engga a..aammmmppphhh!!" Aku terkejut saat bibir rava sudah mendarat di bibirku, dan dia langsung menyesap kuat bibir bawahku. Tubuhku langsung mengejang, terasa ada aliran listrik menyengat dihatiku, dadaku langsung bergemuruh, aliran darahku mengalir deras di setiap nadi, nafasku tersengal, wajahku memerah menahan malu, juga marah. Hanya beberapa detik saja, rava langsung melepaskan ciumannya. Reflek aku mendorong tubuhnya dengan kuat dan berlari keluar kelas.sempat kulihat wajah rava tertegun. Aku benar-benar malu! Rava sialaaan!

More details
WpActionLinkContent Guidelines