TRIS [SUDAH TERBIT]

TRIS [SUDAH TERBIT]

  • WpView
    Reads 12,612
  • WpVote
    Votes 1,150
  • WpPart
    Parts 37
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jul 2, 2018
Cinta itu mestinya sederhana. Aku mencintaimu dan seharusnya kamu pun begitu. Atau paling tidak, aku mencintaimu sedangkan kamu tidak memilihku. Menyedihkan tapi setidaknya semuanya selesai. Sesederhana itu. Namun, kamu membuatnya menjadi rumit dengan memintaku menjalani sebuah hubungan, seolah aku memang menjadi yang kamu inginkan, padahal kamu hanya tak ingin reputasimu berantakan. Aku diminta bertahan, pada sebuah hubungan yang sebenarnya tidak pernah kamu inginkan. Aku lelah, dan aku ingin menyerah. Lalu, seseorang datang mengulurkan tangannya. Membisikkan bahwa aku terlalu berharga, untuk lelaki yang bahkan memang tak pernah menganggapku ada. Ia mengajariku bahwa dunia memang lebih indah saat kita menjalaninya bersama orang yang juga mencintai kita. Sampai kebenaran itu datang, menghancurkanku, menjadi bagian yang tidak bisa lagi dijamah kebahagiaan. Apa yang mesti kulakukan? Memulai semuanya kembali dengan ia yang pernah menyakitiku lalu menyesalinya? Atau terus menggeluti ia yang bahkan semesta saja tak merestuinya? Ditulis, 2 Mei 2018. Tertanda, Sofie Fortuna.
All Rights Reserved
#11
atha
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Davino [End] ✔
  • Our Times (Completed)
  • Be with you
  • ATHARA [COMPLETE]
  • ALKANTARA || END || Belum Revisi
  • Vera Life Story [Completed]
  • Just Be Friends
  • Savero Archandra || Haechan || END
  • ANANTA [COMPLETED]
  • ATHALARIQ

[Harap Follow terlebih dahulu sebelum membaca] Tq. "Utamakanlah perasaan dari pada persahabatan." Mungkin kalimat itu tak berlaku bagi Alvino Sandi Geraldo. Lelaki yang sudah menjadi sahabat Alda Silfiani Claretta sejak kecil itu memilih untuk membungkam rapat-rapat tentang perasaannya. Alda yang terlalu polos dan Alvino yang pengecut membuat hubungan mereka semakin tak jelas arahnya. Semakin mereka menjaga jarak, semesta malah semakin gencar membuat mereka terjerat oleh rasa sesak. Jeritan hati yang ingin didengar, harapan yang dalam diam selalu disuarakan pada akhirnya hanya menjadi setumpuk beban yang tak akan pernah bisa dilepaskan. Pada akhirnya, perihal perasaan hanya bisa dipasrahkan kepada Tuhan. Benar, bukan? Copy right ©️ 26 Des 2019 Jangan lupa Vote + Coment😉

More details
WpActionLinkContent Guidelines