I'M SORRY✔

I'M SORRY✔

  • WpView
    MGA BUMASA 127
  • WpVote
    Mga Boto 21
  • WpPart
    Mga Parte 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeHuling na-publish Thu, Feb 22, 2018
Di suatu hari ada seorang siswi baru di sekolah Academy Music School yang bernama Ayumi Misaki. Dia seorang anak yang baik hati, pemalu, dan pintar di kelasnya, karena di setiap gurunya menyampaikan pelajaran ia langsung dapat memahaminya. Ayumi juga pandai memainkan berbagai alat musik, seperti piano, biola, dan gitar. Akan tetapi, karena kepintaran Ayumi itu banyak murid yang iri dengannya dan Ayumipun selalu di jahui dan di bully oleh teman-temannya. Di sisi yang lain ada seorang anak pintar, nakal, jahil dan mahir memainkan piano dan bernyanyi yang bernama Kenshin Hamura. Dia adalah salah satu anak yang iri dengan kepintaran Ayumi. Kenshin juga tidak suka dengan kedatangan Ayumi, oleh sebab itu ia selalu menjahili dan membully Ayumi. Tapi, pada suatu hari Kenshin menyadari bahwa perbuatannya kepada Ayumi itu salah. Kapankah itu ... mari kita simak baik-baik cerita antara murid se kelas ini (Ayumi dan Kenshin). NB: Cerita ini terinspirasi dari SILENT VOICE.
All Rights Reserved
#5
imsorry
WpChevronRight
Sumali sa pinakamalaking komunidad ng pagkukuwentoMakakuha ng personalized na mga rekomendasyon ng kuwento, i-save ang iyong mga paborito sa iyong library, at magkomento at bumoto para lumago ang iyong komunidad.
Illustration

Magugustuhan mo rin ang

  • Air Mata Di Pintu November (TERBIT) ✓
  • Perihal Sandwich(End)
  • Geng Bratadikara (TERBIT) ✓
  • Menghitung Hujan (Markhyuck)
  • DJ DREAM:D4DJ
  • Bumblebee {Nohyuck} Going To Season 2
  • Promise
  • DLS [ 2 ] Ansellina
  • AZLAN (HIATUS)

Novel bisa dibeli di Shopee Jaehana_Store BAGIAN KEDUA SAPTA HARSA VERSI NOVEL || KLANDESTIN UNIVERSE "Kenapa lo jahat sama gue! Kenapa kemarin lo pergi? Kenapa? Kenapa lo ninggalin gue? Kenapa lo tega, Jen?" Haikal tak bisa lagi menahan kesedihan yang telah menumpuk di dalam dirinya. Jendral hanya tertawa kecil. "Lo ngomong apasih, Kal? Gue nggak pergi ke mana-mana, kita kan selalu sama-sama. Gue mana pernah ninggalin lo. Ayo ikut, gabung sama yang lain." Ia menarik tangan Haikal, mengajaknya berlari menuju sisi lain dari air mancur itu. Di sana, semua anggota Klandestin berkumpul. Beberapa duduk di atas ayunan yang berderit pelan, ayunan tersebut dihiasi dengan lampu-lampu kecil yang mengelilinginya. "Bang Haikal! Kenapa telat? Kita nungguin loh!" seru Cakra. "Kal, sini, ada mainan yang cocok buat lo," tambah Reihan. Namun, Haikal menggeleng. Ia justru menggenggam erat tangan Jendral di sampingnya. "Kenapa, Mbul? Main sana," Jendral menatapnya dengan heran. Haikal menggeleng lagi, kali ini dengan lebih kuat. "Gue takut," bisiknya, suaranya hampir tak terdengar. "Takut?" Jendral tertawa, seolah-olah hal itu adalah lelucon. "Seorang Haikal takut?" Haikal mengangguk, menahan diri untuk tidak menangis. "Gue takut kalo genggaman tangan gue lepas, lo bakalan pergi."

Karagdagang detalye
WpActionLinkMga Alituntunin ng Nilalaman