Monolog Kertas

Monolog Kertas

  • WpView
    LECTURI 11,785
  • WpVote
    Voturi 462
  • WpPart
    Capitole 55
WpMetadataReadÎn curs de desfăşurare
WpMetadataNoticeUltima publicare sâm, mar 17, 2018
Tak ada pendengar yang baik Tak ada kawan yang setia Hanya ada selembar kertas tempat bermonolog Pada jiwa - jiwa yang bertebaran AR Tulisan ini berisi puisi-puisi atau quotes yang ada di otakku saja. Inspirasinya orang-orang yang ada di sekitar aku. Sayang rasanya jika aku tidak mengabadikan mereka dalam sajak-sajakku. Jadi untuk semua orang yang aku kenal dan aku sayangi trima kasih karena telah hadir disekitarku.... #janganlupabahagia 10 Oktober 2018
Toate drepturile rezervate
#19
berdua
WpChevronRight
Alătură-te celei mai largi comunități de povestiri din lumePrimește recomandări personalizate de povești, salvează-ți favoritele în biblioteca ta și comentează și votează pentru a-ți dezvolta comunitatea.
Illustration

S-ar putea să-ți placă și

  • Senandika untuk yang Tak Bernama (GreShan)
  • LANGIT YANG TAK PERNAH PULANG
  • Lembut Seperti Doa
  • Sore, Senja, dan Hujan
  • Langit Pemisah【END】[Sudah terbit]
  • Aksara Tak Bertuan
  • KONSEKUENSI HATI
  • - Tahun Ke 18 - [Tamat]
  • Ruang Kosong di Antara Jingga

Di antara ruang-ruang waktu yang rapuh, ada dua bayang yang saling mengenal tanpa pernah benar-benar berjanji untuk bertemu. Seperti angin yang tak bisa dijinakkan, mereka terjebak dalam pusaran perasaan yang tak terucap-seperti dua kutub yang selalu saling mendekat, namun tak pernah benar-benar menyatu. Shani dan Gracia-dua nama yang berpadu dalam riuh dan hening yang tak berujung. Sebuah kisah yang tumbuh di antara jeda-jeda keheningan dan kesalahpahaman, di mana cinta hadir bukan sebagai sesuatu yang harus dikuasai, tetapi sebagai sesuatu yang terus menguji batas. Dari pertemuan yang tak sengaja, hingga keputusan yang menggantung di antara masa lalu dan masa depan, mereka bergerak dalam ruang yang terperangkap di antara harapan dan ketakutan. Cinta yang pernah lahir di celah-celah keterasingan kini harus dipahami kembali-apakah ia benar-benar bisa menjadi rumah, atau hanya sekadar bayang yang tak bisa digenggam? Dan seperti jejak yang ditinggalkan di pasir pantai yang terus dihempas angin, mereka mencoba mengerti: apakah ini adalah akhir... atau justru awal dari perjalanan yang lebih jauh?

Mai multe detalii
WpActionLinkLinii directoare referitoare la conținut