Hubbun

Hubbun

  • WpView
    Reads 116
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jan 31, 2018
WpInfo
Fanfic
NCT
Telah kusemai benih rasa dalam buaian asmara di bilik kiri dada. Kusirami dengan curahan kasih sayang yang mengalir bersama sejuknya embun fajar. Nyanyian syair penuh rindu terdengar begitu syahdu, mengiringi mekarnya kelopak sang bunga. Kemudian, aku menemukan dirimu begitu layu, tak terurus. Memungut, lantas kupercantik hingga silau netra yang melirik. Melupakan bahwa dibalik cantiknya mawar, tertanam duri-duri yang tajam. Sakit itu terus berlanjut, berawal dari saat satu duri berhasil melukai jari telunjuk. Terlanjur kecewa, kuputuskan untuk menggenggam lebih erat dirimu tanpa peduli seberapa banyak darah menetes perih. Nyatanya aku tetap bertahan. Meski jemariku hancur lebur bersama ilusi. Harapku, disaat penyesalan menyusup ke dalam dadamu mengikat penuh tulang rusuk ringkih itu, yang pertama kali kau ingat adalah aku.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • KAIFA HALUKI??
  • (END) The Boss Became My Three-year-old Son
  • Complicated Marriage.-Myg
  • Mahligai Sunyi
  • ✔ Back to 1977
  • ALISHA (end)
  • My Boss my husband
  • Istri militer yang cantik! Junye kasar! Tentara Berusia Delapan Puluh
  • Seperti Tulang [SUDAH TERBIT]

nada itu terdengar hampa sunyi menyelimuti ruang hatiku gambaran paras ayu yang tak luput dari pujaan tetes air mata menemani khayalan akan sebuah kebersamaan namun tak ayal ketika semua berubah menjadi sebuah guratan luka yang tak kunjung pudar sakit tak bisa ku tahan takdir tak bisa ku lawan hanya keikhlasan yang harus kulakukan.. jangan titah aku tuk melupakan biar aku simpan tentangnya sebagai sebuah kenangan yang terindah by: adyatma serkan ramazan

More details
WpActionLinkContent Guidelines