Satu Rasa

Satu Rasa

  • WpView
    GELESEN 11,318
  • WpVote
    Stimmen 1,057
  • WpPart
    Teile 37
WpMetadataReadAbgeschlossene Geschichte Di., Juni 22, 2021
Kejadian empat tahun lalu meninggalkan torehan luka yang masih menganga dalam diri Jessica. Hingga membuatnya terjebak dalam trauma yang terus menghantui. Berpikir sulit baginya untuk kembali merasakan cinta dan memulai sebuah hubungan yang baru. Tetapi semuanya berubah saat ia yang berprofesi sebagai seorang dokter, menangani pasien pria bernama Revan yang hampir meregang nyawa karena frustasi kehilangan kekasihnya. Meski pada awal pertemuan satu diantaranya merasa tidak suka, namun perlahan mereka mulai terbiasa dengan kehadiran satu sama lain. Hanya saja pengalaman masa lalu membuat keduanya ragu untuk mengakui perasaan yang muncul dalam lubuk hati. Sayang, sebuah kenyataan lain terungkap. Kenyataan yang menghancurkan segala harapan yang sudah mulai terbentuk. Masa lalu yang masih membelenggu, membuat gadis itu memilih mundur dari hadapan Revan. Sementara Revan menghakimi Jessica atas apa yang terjadi dalam hidupnya. Bagaimana dengan perasaan cinta yang mulai tumbuh pada keduanya? Bagaimana Jessica dan Revan menghadapi kenyataan lain yang menyakitkan?
Alle Rechte vorbehalten
#37
direktur
WpChevronRight
Werde Teil der größten Geschichtenerzähler-CommunityErhalte personalisierte Geschichtenempfehlungen, speichere deine Favoriten in deiner Bibliothek und kommentiere und stimme ab, um deine Community zu vergrößern.
Illustration

Vielleicht gefällt dir auch

  • Mafia dan Dokter Gemoy
  • Kita Sembuh Bareng?
  • Yes, That's Love
  • Everything Between Us (ON GOING)
  • Kau Rumahku
  • BLIND
  • Raindrops
  • Hujan di Bulan Juni [LENGKAP]
  • My Precious Love

💕sudah tamat di karyakarsa.💕💕 "Ayah sudah memutuskan." Nada suaranya berat, penuh otoritas. "Apa?" "Kamu akan menikahi putrinya Bram." Dentingan halus terdengar saat gelas wiski itu diletakkan di atas meja. Pria yang dipanggil Sagara Caesar Majendra mengangkat dagunya sedikit, menatap lawan bicaranya dengan ekspresi tak terbaca. "Pernikahan bisnis?" Suaranya terdengar datar, nyaris tidak menunjukkan emosi. "Lebih dari itu." Hening. Pria tua itu Majendra mengamati putranya dengan tatapan penuh perhitungan. "Ini bukan hanya tentang bisnis. Ini tentang mempertahankan keseimbangan. Kamu tahu bagaimana dunia ini bekerja, bukan?" Sagara menahan desahan napasnya. Tentu saja dia tahu. Dunia ini tak pernah menawarkan kebebasan bagi orang sepertinya. Pernikahan bukan tentang cinta, melainkan tentang kekuatan, strategi, dan kepentingan. "Aku enggak butuh istri Yah," katanya akhirnya. Majendra menyeringai tipis. "Bukan soal kamu butuh atau tidak. Ini tentang kelangsungan Amores Corp. Tanpa aliansi yang kuat, kamu hanya akan jadi incaran yang lebih mudah." Sagara menyandarkan punggungnya, tangannya terlipat di depan dada. Ia tahu tak ada gunanya berdebat. "Apa perempuan itu tahu soal ini?" tanyanya, masih dengan nada dingin. Majendra tertawa kecil. "Belum. Bram bilang putrinya itu tak tertarik dengan dunia kita. Dia sibuk dengan pekerjaannya sebagai dokter." Sagara mengangkat alis tipis. "Dokter?" Majendra mengangguk. "Ya. Dan tidak ada yang tahu siapa ayahnya sebenarnya. Bramantyo menyembunyikannya dari dunia luar." Sagara menatap kosong ke arah meja. Menikahi seseorang yang bahkan tidak tahu identitas aslinya? Terdengar seperti lelucon. "Apa dia setuju?" Majendra tersenyum samar. "Dia tak punya pilihan. Sama seperti kamu." Dada Sagara terasa sesak. Sekali lagi, hidupnya bukan miliknya sendiri. Di tempat lain, seorang wanita tengah sibuk dengan pekerjaannya di rumah sakit, tanpa menyadari bahwa hidupnya akan berubah selamanya. (Start 11022025)

Mehr Details
WpActionLinkInhaltsrichtlinien