PUISI dan Quotes paling menyentuh

PUISI dan Quotes paling menyentuh

  • WpView
    Reads 156
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, May 18, 2021
Di sebuah pekat malam, Kulihat bayang gelap jatuh di bawah rembulan. Meratap sendu menatap kelam. Merayap kaku menatap tajam, Menikmati kesendirian. Pada pekat hitam yang kelam, Ku dekati ia di bawah bayang rembulan. Dengan sendu ia duduk terdiam. Dalam semu menghadirkan kerinduan. Sejenak ku tatap sedih, Kala ku tau ia adalah luka yang perih. Kala ku tau ia adalah masa lalu yang tersisih. Terbuang jauh tanpa perdamaian. Menyendiri di tepian jurang kehampaan. Cerita yang pernah ada dahulu kala, Menyisakan ruang tanpa cahaya. Terdampar di ujung bayang rembulan. Hanya semburat kelam yang bisa ku rasakan. Tanpa suara, Hanya isakan airmata tiap ku kenang. Seakan ia ingin ku gapai. Ku kembalikan pada diri dengan damai. Oleh : Suci_in _____________ Hanya berbaris kata biasa. Yang mungkin, kau ikut jua merasakannya. - Hari ini, oleh aku.- ___________ Semua puisi yg ku tulis disini karyaku, Insya Allah 😆 Karna sastra adalah suatu penghargaan. Sertakan nama pencipta sebuah karya. Salam dua hati. Dua hati saling mengasihi. Biar manis. Kalo satu hati, kliatan jomblonya kan ya.. 😂
All Rights Reserved
#100
hitam
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dia Sagara Adithya
  • Kaulah Takdirku [Revisi]
  • TENTANG RASA
  • Sunyi
  • SURGA UNTUK SARAH (SELESAI)√
  • JAUH DIMATA DEKAT DIDOA
  • I Hope...
  • Lembut Seperti Doa
  • Hijrah Cinta Menuju Cahaya(END)

the description of A third night's prayer for sagara: Setiap manusia berhak jatuh cinta , namun ada kesalahan oknum yang mengotori arti cinta. Cinta bukannya membawa seseorang kedalam maksiat . Tetapi cinta, mengajarkan seseorang untuk lebih dekat kepada rabb-nya. Jas hitam yang kau gandeng di tanganmu itu adalah saksi bahwa aku telah jatuh hati padamu saat itu juga. Caramu menundukkan pandangan mu , membuat aku ikut menunduk . Karena apa? Karena engkau adalah matahari yang membuatku harus menunduk. Mungkin, bila aku matahari mungkin kamu bulannya, jika kamu empunya mungkin aku pelakunya yang terus mengucapkan namamu di atas sajadah ku. Saksi bisunya adalah tasbih yang kugenggam sekarang ini untuk mendapatkan engkau secara halal . Kemeja putih saksi pelepasanmu, menjadi saksi kuat bahwa aku hanya berani memandang punggung tegapmu itu. Dari situlah aku meng-klaim mu untuk ku selipkan di dalam doaku, dengan bermodalkan hanya mengetahui namamu dan imanmu. Aku, membujuk hati rabbku untuk bersanding denganmu. Jika ditanya, apakah aku mencintaimu? Tidak , aku tidak mencintaimu. Aku hanya menganggumimu. Jika ditanya lagi, jika aku tidak mendapatkan mu apa yang harus aku perbuat? Aku lebih baik kehilanganmu daripada kehilangan rabbku. Bukankah Allah menciptakan manusia memiliki hati? Maka, aku , Al Nayra Afsheena Allara . Dengan tulus hatiku Menganggumimu , Sagara Adhitya Hasbibullah Ar-rayyan. Dengan menyebut nama Allah, aku , Al-Nayra Afsheena Allara Menyebut namamu untuk merayu hati rabbku. Aku mencintaimu karena iman Yang ada pada dirimu, jika kau hilangkan iman itu. Hilanglah pula cintaku padamu. ------- -A third night's prayer for sagara || by:Syaira Anggraini Wp;@rdensyaii_ Fizzo:@Syaira.A Tiktok:@Akhwat _prvt17 Ig:@Rdensyaira_

More details
WpActionLinkContent Guidelines