Autumn Leaves

Autumn Leaves

  • WpView
    Reads 417
  • WpVote
    Votes 30
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Nov 26, 2017
Musim gugur itu penanda. Musim gugur itu awal mula. Musim gugur itu kehilangan. Dan musim gugur itu pencarian. Pencipta tak mengizinkan siapapun membuka tabir takdir-Nya. Itu juga berlaku bagi kedua makhluk ini. Mereka tidak bisa berdampingan. Mereka sama-sama terjebak dalam lubang yang mereka buat sendiri. Terjun bebas dan akhirnya masing-masing dari mereka tak bisa terlepas. Hingga salah satu dari mereka menyerah. Bukan karena tak kuat menjalaninya. Namun, tak kuasa menentang ketetapan-Nya. Sungguh, ironi takdir yang menyakitkan bagi mereka. Mereka yang terlelap dan terbuai dalam mimpi. Mimpi yang mereka ciptakan sendiri.
All Rights Reserved
#78
devil
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Pangeran Kegelapan
  • RLS [ 2 ] My Devil Girl [Completed]️✓
  • 𝐏𝐀𝐑𝐀𝐋𝐄𝐋 𝐇𝐄𝐀𝐑𝐓𝐒𝐓𝐑𝐈𝐍𝐆𝐒
  • FRAGMENT (From ALTERITY)
  • Bulan Purnama ke-77✓
  • Raden Aluna | END
  • I'm okay (END)
  • The Miracle Of Crystals
  • ALTERITY : Jiwa Yang Tak Sama ( Seri 1✅, 2 ✅, 3 ⏳)
  • [✔️terbit] 1. The Girl That Hurt

Malam semakin larut, namun tidur menjadi hal yang mustahil bagi Mael. Setiap kali dia memejamkan mata, dunia di sekitarnya seakan berubah. Suara gemerisik dari sudut-sudut ruangan, desahan napas yang tidak berasal dari dirinya, dan bayangan-bayangan yang menari di balik tirai gelap kamarnya membuat dadanya terasa semakin sesak. Saat dia berbalik untuk kesekian kalinya di tempat tidur, suara itu kembali muncul-seperti bisikan yang tertiup dari balik dinding, rendah dan penuh kekuatan. "Mael... Kau tidak bisa lari..." Dia terlonjak bangun, matanya terbuka lebar, jantungnya berdetak keras. Ruangan itu sunyi. Terlalu sunyi. Dia duduk di tempat tidur, menarik napas dalam-dalam dan berusaha meredakan gemuruh di dadanya. Bisikan itu, suara yang sama dengan yang ia dengar di perpustakaan, menghantuinya lagi. Pikiran Mael kacau. Apakah ini nyata? Ataukah dia sudah kehilangan akal? Sejak mimpi itu, dunianya berubah menjadi labirin ketakutan yang tak bisa dia pahami. Mata Mael bergerak ke sudut kamar, ke arah bayangan yang terasa lebih pekat daripada biasanya. Di sana, samar-samar, dia melihat sesuatu. Sesosok tubuh samar yang menyatu dengan kegelapan. Tubuh itu bergerak perlahan, semakin dekat, seperti makhluk yang merayap dari kedalaman mimpi buruknya. "Siapa kau?" Mael berbisik, meskipun dia tahu tak ada jawaban.

More details
WpActionLinkContent Guidelines