We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Autumn Leaves

Autumn Leaves

  • WpView
    Reads 417
  • WpVote
    Votes 30
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Nov 26, 2017
WpInfo
Fiction
Fantasy
Musim gugur itu penanda. Musim gugur itu awal mula. Musim gugur itu kehilangan. Dan musim gugur itu pencarian. Pencipta tak mengizinkan siapapun membuka tabir takdir-Nya. Itu juga berlaku bagi kedua makhluk ini. Mereka tidak bisa berdampingan. Mereka sama-sama terjebak dalam lubang yang mereka buat sendiri. Terjun bebas dan akhirnya masing-masing dari mereka tak bisa terlepas. Hingga salah satu dari mereka menyerah. Bukan karena tak kuat menjalaninya. Namun, tak kuasa menentang ketetapan-Nya. Sungguh, ironi takdir yang menyakitkan bagi mereka. Mereka yang terlelap dan terbuai dalam mimpi. Mimpi yang mereka ciptakan sendiri.
All Rights Reserved
#484
devil
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Bulan Purnama ke-77✓
  • Paper Heart (Sekuel Velvet Love)
  • Pangeran Kegelapan
  • Pain of the Slayer
  • FIZYA
  • HILANG [Segera Terbit]
  • The Miracle Of Crystals
  • [✔️terbit] 1. The Girl That Hurt
  • Let Me Love You Longer
  • ALTERITY : Jiwa Yang Tak Sama ( Seri 1✅, 2 ✅, 3 ⏳)

Di padang bunga dandelion itu, berdiri seorang gadis dengan gaun putih bagaikan ratu. Di belakangnya seorang pria perlahan melangkah. Sinar purnama menerpa wajahnya yang teduh. Angin semilir berhembus dengab membawa benih-benih dandelion. Membawanya kian menjauh. Beberapa orang telah melingkari sang gadis dan sang pria. Kilau cahaya tampak dari sepasang cincin yang dibawa sang pria. Melingkar dengan cantiknya pada jari manis sang gadis. Namun takdir tak berpihak. Sang gadis terjatuh, terkulai dalan pelukan orang yang telah mengikat janji dengannya. Darah mengalir di sela-sela bibirnya. Menodai putihnya gaun yang ia kenakan. Pria itu pun membawa tubuh sang gadis yang kian mendingin. Diletakkannya pada peti kaca berhias permata. Ia tak akan memberikan hatinya kepada orang lain. Ia memang telah lama kehilangan cinta dan kasih sayang.

More details
WpActionLinkContent Guidelines