Belatedly Loving

Belatedly Loving

  • WpView
    Reads 5,934
  • WpVote
    Votes 574
  • WpPart
    Parts 39
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jul 7, 2018
WpInfo
Fiction
Romance
'Jika saja menyadari cinta tidak sesulit menghapus warna jingga di senja itu, mungkin mereka tak akan jatuh terlalu dalam pada kisah ini.' Arsenio Deano Ali, bisa kalian panggil Dean. Mungkin kalian akan belajar tentang kesetiaan dari masa lalunya, tetapi sama saja, kesetiaannya tak membuat masa lalu tak mengkhianatinya. Charelia Nadien Ammar, bisa Dipanggil Nadien? Atau Caca? Kalian bisa mengenalnya sebagai remaja brokenhome yang menutupi masalahnya dengan keceriaannya. Sayangnya, takdir tidak semudah itu, tidak hanya bertemu lalu ditaburi sedikit permasalahan dan kembali bersama, tidak. Dalam kisah ini bukan takdir yang mempermainkan mereka, justru mereka yang mempermainkan takdir. so? happy reading.
All Rights Reserved
#560
putihabuabu
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DeaSea
  • Putaran Nada
  • Rintik Hujan Terakhir
  • My Eyes On You
  • Story Stela
  • Amor Almira
  • 𝐋𝐨𝐯𝐞 𝐒𝐭��𝐫𝐮𝐠𝐠𝐥𝐞 ✔
  • HARA
DeaSea

Ikan hiu makan Nadea I love you yang baca "Hah?!" teriakku spontan. Cinta yang terbentuk dari hati seorang gadis pindahan dari kota dan sekolah lain. Perasaan yang tak asing dari hatinya itu berhasil muncul dalam satu waktu. Dia merasakannya di saat mata hitamnya, dengan tak sengaja menatap siswa bermata teduh. Sean, namanya. Anak remaja yang benar-benar buta akan arti suka, arti sayang, dan tidak tahu arti cinta dengan lawan jenisnya ini, mendadak paham. Tanpa disadari, dia mengalami getaran hebat di dalam dadanya. Dan anak perempuan itu adalah aku, Nadea. °•°•° Alin, dia adalah gadis pecinta jepit pita garis keras. Dia juga yang menyemangati dan mengingatkanku di saat tahu kalau aku mencintai teman sekelasnya. Dia juga yang menghiburku ketika Sean memperkenalkan sosok Elisa di hadapanku. Dan Alin juga yang membuatku tertawa saat seorang Nino menggodanya. Dia benar-benar sahabat terbaikku. "AAA... NINO GILA!" dengan mata terpejam Alin berteriak. Aku tahu apa yang dilihat Alin, jadi aku hanya bisa bungkam sambil melihat ke arah Alin. Aku perlu mengatakan kalau ceritaku ini memang penuh keseruan dan candaan, juga tak jarang ada air mata yang harus keluar dari tempatnya. Tentu, aku sulit menghentikan itu. Dan ini yang kutanyakan, bisakah kisah ini berakhir dengan manis, semanis senyumku? °•°•° 🚫Don't Copast My Story🚫

More details
WpActionLinkContent Guidelines