Vanessa memories

Vanessa memories

  • WpView
    Reads 132
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Apr 1, 2018
Vanessa Putri adalah seorang gadis yang duduk dibangku SMA,di sekolahnya ia mengikuti eskul basket,dia sosok orang yg sangat ceria,dan ramah. Suatu hari ia tidak sengaja bertemu dengan sosok pria Bernama Naufal yang satu sekolah dengan dia,pria itu pun mengikuti eskul yang sama yang membuat ia selalu bertemu dengan Vanessa. Dan Naufal?ia dikenal dengan sosok orang yang cuek,sok kegantengan,padahal sifat aslinya itu tidak seperti yang orang-orang bicarakan. Karena sering berjumpa dan sering latihan bareng mulai timbulah rasa Vanessa pada sosok pria yg bernama Naufal,Vanessa pun mulai penasaran dengan sosok Naufal. Sampai suatu malam tanpa bintang "Jika mengharapkanmu sama dengan mengharapkan satu juta bintang jatuh,aku akan berhenti berharap,dan aku akan mulai berjuang"-Vanessa Inilah kisah mereka berdua Mereka adalah Vanessa dan Naufal
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nafisa
  • ARKANARA (✓)
  • Prestige
  • RATU ( COMPLETE )
  • Dua Hati di Antara Kata
  • Nona A dan Tuan B (On going)
  • Naura & Lukanya
  • Coffe Shop
Nafisa

Nafisa dan Naura adalah anak kembar-lahir dari rahim yang sama, dibesarkan di rumah yang sama, tapi tumbuh di dunia yang terasa sangat berbeda. Naura selalu menjadi bintang keluarga: aktif, ramah, dan selalu jadi kebanggaan Mamah. Sedangkan Nafisa... hanya menjadi pelengkap. Sekuat apapun ia mencoba, prestasinya tak pernah cukup berarti dibandingkan saudaranya. Nafisa diam. Bertahan. Menerima peran sebagai bayangan, hingga satu titik meledakkan segalanya: ketika Naura diizinkan sekolah ke Bandung, sementara Nafisa dilarang ke Malang-padahal itu adalah impiannya sendiri. Di balik luka yang tak terlihat, Nafisa mencoba tetap kuat, meski sempat jatuh dan menyakiti dirinya sendiri. Tapi di tanah rantau yang jauh dari bayangan Naura, Nafisa mulai menata ulang hatinya. Ditemani oleh sosok-sosok baru yang tulus menerimanya, seperti Kak Kemilau dan Kak Viera, Nafisa belajar menyembuhkan luka, mengenali dirinya sendiri, dan berdiri tanpa perlu bayangan siapa-siapa. "Saat dunia tidak berpihak kepada ku, tetapi aku harus tetap hidup." Kalimat itu bukan hanya pengingat-itu adalah napas Nafisa. Sebuah pengakuan bahwa dalam sepi dan luka, ada kekuatan untuk tetap melangkah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines