Ali Alfikri [Selesai]

Ali Alfikri [Selesai]

  • WpView
    Reads 469,504
  • WpVote
    Votes 34,373
  • WpPart
    Parts 55
WpMetadataReadComplete Wed, Jul 1, 2020
[S E L E S A I] Ali mencintai Prilly. Begitu juga sebaliknya. Sifat Ali yang tempramental, keras kepala dan tidak mau diatur, membuatnya dijuluki Bad Boy disekolah. Tapi, saat bersama Prilly, Ali seperti anak kucing yang penurut. Ali itu posesif, dia cemburuan. Suka melarang Prilly dekat dengan cowok, sedangkan Ali sendiri tidak memberi kepastian kepada Prilly. Tapi dibalik semuanya, ada satu hal yang Ali sesalkan. Tentang perjanjiannya bersama seseorang. Perjanjian terbodoh yang membuat segala hal tentang kisahnya dan Prilly, berubah dalam sekejab. "Aku mencintaimu, bahkan jauh sebelum perjanjian bodoh itu!" Dan juga, kisah ini tentang seseorang yang datang beberapa tahun kemudian. Menarik masuk kedalam dunianya, hingga melupakan sesuatu yang berharga.
All Rights Reserved
#382
perpisahan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dia Bahagiaku
  • ~Lovely Day~[proses]
  • Belatedly Love You 1 & 2
  • Sweet But a Little Psycho (COMPLETED✔)
  • Strength In The Heart
  • My Favorite Bad Boy
  • APL (1) APRILL (Ali, I Love You)
  • Ambitions {END}
  • Salah Ini { COMPLETED }
  • Suatu Hari Nanti

Prilly merebahkan dirinya di kasur yang sudah sepuluh tahun ia tinggalkan ke Amerika. Dia rindu bermain dengan Alan. Tetangga samping rumahnya yang dulu sering bermain dengan dia. Tapi, yang sebenarnya Prilly rindukan adalah kembaran Alan. Dari kecil, ia tidak pernah mau diajak main bersama. Sampai terakhir, dia ingin mengatakan iya menerima tawaran Prilly tapi dia urungkan karena tiba-tiba Alan datang. "Pril, ayo ke rumah Om Marafa."panggil Airi, bunda Prilly. "Wahh... Prilly makin cantik aja."Nura, mama Alan berkata ketika keluarga Prilly sampai di rumahnya. "Makasih tan."Prilly. "Prilly??"Alan berlari memeluk Prilly. "Hai Lan?" "Lho, anak kamu yang satunya mana?"Tanya Izama, ayah Prilly. "Dia jadi berandalan Za. Dia nggak pernah dengerin aku lagi."Marafa. Izama hanya mengangguk. Dia tahu, sebenarnya Rafa yang tidak pernah mendengarkan si kembar yang satu lagi. Memang benar, Prilly dekat dengan Alan tapi dia dekat dengan si kembar satunya. Anak itu sering menangis dipelukannya dan cerita kalau ayah dan bundanya selalu pilih kasih. Dia tidak sepintar Alan, dia tidak pernah bisa dibanggakan karena nakal dan selalu bikin ulah. Tapi Izama lebih menyukainya, karena dia memiliki skill beladiri yang tinggi, pendengaran dan penglihatannya sangat sensitive, Izama berencana menjadikan dia penerusnya di bidang sniper dalam satuan KOPASSUS. "Ali, kamu darimana?"Rafa mulai emosi. "Sekolah, Ali kan pakai seragam, ohh... atau ayah nggak pernah merhatiin Ali, basi."Ali hanya berdiri diam, tidak menoleh sama sekali. "Kok bajunya kotor gitu Li? Kamu berantem lagi?" "Apa peduli bunda sih? Anak kesayangan bunda Alan kan? Ali nomor terakhir, cuma sampah yang seharusnya dibuang."Ali berjalan ke kamarnya. Ini cerita pertamaku, tolong dibaca ya? kalau suka silahkan di vote, kalau ada kekurangan silahkan di coment, terimakasih semua.

More details
WpActionLinkContent Guidelines