Destiny

Destiny

  • WpView
    Reads 453
  • WpVote
    Votes 18
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jul 8, 2023
"Jika memang takdir lo adalah dia, pasti lo bakal dipertemukan sama dia tapi mungkin bukan sekarang waktunnya melainkan suatu saat nanti, dan lo cuma perlu memulai lembaran baru. yang berlalu biarlah berlalu hidup lo masih panjang. Dan jika itu membuat lo bahagia, kenapa tidak?. Tapi kalau dia bukan takdir lo, lo harus tau kebahagian lo itu pasti ada walau bukan sama dia. Ingat ya Re Allah tidak akan menguji umatnya melebihi kemampuan umat itu, dan semua takdir dan kebahagian lo itu udah diatur sama yang diatas" "Jadi gue mau bilang lo jangan sampe lemah, rapuh hanya karna dia. Lo harus kuat, okee." Ucap Rafel tulus menasehati sahabatnya "Tumben lo bijak ra, biasanya otak lo lemot mulu kalau mau kasih nasehat" ejek gadis itu sambil tersenyum
All Rights Reserved
#352
bawel
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • MY HOPE IS YOU (END)
  • You're Here, But Not For Me
  • KELUARGA WIDYAMADJA
  • Karena Kamu Rumahnya
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • Sebuah Rasa
  • ARKAN |END| Belum Revisi
  • TRUST ME ( And I Trust You ) (END)
  • Lonte Vs Gigolo (The Coli Trilogi I) (End)

Dia periang tapi tidak senang, dia gembira tapi juga penuh luka. Hanya berbagi kisah bahagia tanpa kesedihan. Menceritakan kasih sayang yang penuh damba. Munafik? menutup kesedihan dengan kebahagiaan? Menunjukkan "Aku kuat aku bisa, ya aku mampu!. Apa jadinya bila semua itu terjadi pada perempuan yang mendiskripsikan dirinya sendiri seperti paragfraf diatas? Dia tidak terlihat bergoyang ketika bagian patahan kayu yang kokoh itu menggores tubuhnya. Masih berdiri tegak menantang siapa lagi yang akan menenggelamkan dia dalam badai ini. Kisah yang akan di bagikan menceritakan tentang bagaimana hidupnya mulai berjalan seiring waktu yang memaikan perasaannya. Rupanya dia tidak sekuat yang dibayangkan. Goresan patahan itu ternyata meninggalkan bekas yang tidak terlihat namun dapat dirasakan. Mulai mencari penompang mencari siapa yang bisa menyanggah tubuhnya berdiri tegak kembali. Siapa seseorang itu yang bisa menyembuhkan lukanya yang ternyata kian melebar. terlalu lama ia pendam sendiri sampai tidak sadar dirinya sudah mulai rapuh dan terkikis. "Kamu? ia kamu, tolong bawa dia kembali rangkul dia sekuat mungkin, lettakan tanganmu didadanya seraya berkata " semua akan baik-baik saja".

More details
WpActionLinkContent Guidelines