Destiny

Destiny

  • WpView
    GELESEN 455
  • WpVote
    Stimmen 18
  • WpPart
    Teile 9
WpMetadataReadLaufend
WpMetadataNoticeZuletzt aktualisiert Sa., Juli 8, 2023
"Jika memang takdir lo adalah dia, pasti lo bakal dipertemukan sama dia tapi mungkin bukan sekarang waktunnya melainkan suatu saat nanti, dan lo cuma perlu memulai lembaran baru. yang berlalu biarlah berlalu hidup lo masih panjang. Dan jika itu membuat lo bahagia, kenapa tidak?. Tapi kalau dia bukan takdir lo, lo harus tau kebahagian lo itu pasti ada walau bukan sama dia. Ingat ya Re Allah tidak akan menguji umatnya melebihi kemampuan umat itu, dan semua takdir dan kebahagian lo itu udah diatur sama yang diatas" "Jadi gue mau bilang lo jangan sampe lemah, rapuh hanya karna dia. Lo harus kuat, okee." Ucap Rafel tulus menasehati sahabatnya "Tumben lo bijak ra, biasanya otak lo lemot mulu kalau mau kasih nasehat" ejek gadis itu sambil tersenyum
Alle Rechte vorbehalten
#299
bawel
WpChevronRight
Werde Teil der größten Geschichtenerzähler-CommunityErhalte personalisierte Geschichtenempfehlungen, speichere deine Favoriten in deiner Bibliothek und kommentiere und stimme ab, um deine Community zu vergrößern.
Illustration

Vielleicht gefällt dir auch

  • More Than Senior
  • If we can together
  • SO PRECIOUS (PART COMPLETE)
  • Again?
  • Karena Kamu Rumahnya
  • Mencintaimu Dalam Diam
  • Narasi patah hati
  • TIME
  • Laila Azzahra [ON GOING]

"Gw mau ngomong serius. Please, dengerin baik-baik." Ucap jauhar dengan wajah serius menatap aisyah. Mendengar itu aisyah jadi panas dingin, jantung berdetak lebih kencang. "Syah, dari awal gw liat lu, gw ngerasa lu cewe yang beda. Lu berani dan lu bisa buat gw penasaran siapa lu sebenarnya. Entah dari kapan gw mulai jatuh cinta sama lu, intinya gw sayang sama lu, syah." Aisyah diam saja, dia bingung harus bereaksi seperti apa. "Gw mau komitmen sama lu, tapi kalo lu merasa ga nyaman sama gw, lu boleh pergi, asal bilang. Kalo lu nyaman sama gw pun sama, bilang. Biar kita pacaran." "Biarin gw yang jaga lu." Ucap jauhar memberi jeda. "Lu mau?" Aisyah cukup lama terdiam sebelum akhirnya menggangguk. "Komitmen dulu, kan?" Tanyanya menyakinkan, masih trauma dengan yang namanya hubungan. "Iya, tapi lu bisa ngambil keputusan nanti. Lu nyaman atau ga sama gw." Ucap jauhar. ****** Apakah mereka bisa saling menjaga hati satu sama lain? Kalo penasaran ayo..intip-intip cerita ini.

Mehr Details
WpActionLinkInhaltsrichtlinien