This Is Not Cinderella (Short Story)

This Is Not Cinderella (Short Story)

  • WpView
    Reads 523
  • WpVote
    Votes 27
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadComplete Sat, Feb 24, 2018
WpInfo
Fiction
Romance
"Hei!" Aku melihat kebelakang yaitu ketempat duduk lelaki yang memesan cappucino tadi. "Ada apa tuan?" Tanya ku sambil mendekati mejanya lagi. "E-em. Bisakah kau menemaniku menghabiskan minuman ini? Aku saat ini sungguh membutuhkan seorang teman ngobrol. Hanya sampai minuman ini habis. Apakah bisa?" Tanyanya padaku Aku menatapnya terkejut karna permintaannya yang kurasa sedikit aneh. Tidak bukan sedikit. Tapi sangat aneh. "Maaf tuan. Bukannya saya tidak mau. Tapi saya masih dalam jam bekerja. Nanti bos saya marah" jawabku. "Jika kau takut bos mu marah. Aku bisa meminta izin padanya. Bisakah kau memanggilnya untukku?" Tanyanya.
All Rights Reserved
#132
cinderella
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • GAIRAH CINTA HOT DUDA (TAMAT)
  • CINDY : Sebelum Aku Pergi
  • FRIEND WITH BENEFIT (SELESAI)
  • Don't Go Away (Because You're Mine)
  • A New Beginning
  • Naughty Nanny
  • Light Up
  • LOVE SINGLE DADDY (SELESAI)
  • OMG, i really liked him
  • YES, BOSS ! (SELESAI)

"Iya sih, enggak penting juga. Enggak ada hubungan juga sama gue, cukup tahu aja," Mince mengambil tisu lalu mengusap air mata dan terkekeh. Ia hanyalah sebagian keryawan kecil di sini. "Udah jangan sedih lagi, nanti nyokap lo tambah sedih liat lo kayak gini," "Iya sih," "Makan yuk, udah jam 12 nih, gue laper," Dina menenangkan Mince. Mince menarik nafas menatap form form yang ada di atas meja, "Tapi kerjaan gue banyak," "Udahlah dikerjain nanti aja, lo harus makan dulu biar kuat," "Kuat ngapain?," "Kuat bercinta," timpal Dina. "Itu sih lo, bukan gue," Seketika Dina tertawa ia melirik Mince berdiri di sampingnya, "Bercinta itu asyik tau," "Ya asyiklah, kalau enggak asyik orang enggak mungkin bela-belain bulan madu sampai ke ujung dunia demi buat anak banyak-banyak," ucap Mince asal, melangkah keluar dari office. "Emang lo pernah ngerasain?," "Enggak," "Nanti kalau udah punya pacar dicoba aja," "Ogah," "Enak tau," "Ih apaan sih lo," "Gue pernah coba sama pacar gue, rasanya enak," "Ih ...," "Makanya cari cowok, biar bisa enak-enak," "Ih Dina !, lo apa-apaan sih cerita ginian," "Biar lo tau lah," "Asemmm," Tawa Dina kembali pecah, mereka berjalan menuju EDR. Ia senang melihat Mince kembali tertawa. Ia tahu bahwa wanita cantik ini begitu menyayangi ibunya lebih dari apapun. Sehingga rela menjual barang berharga miliknya demi pengobatan sang bunda. Ia sengaja berbicara seperti ini demi melihat tawa Mince.

More details
WpActionLinkContent Guidelines