We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
This Is Not Cinderella (Short Story)

This Is Not Cinderella (Short Story)

  • WpView
    Reads 523
  • WpVote
    Votes 27
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadComplete Sat, Feb 24, 2018
WpInfo
Fiction
Romance
"Hei!" Aku melihat kebelakang yaitu ketempat duduk lelaki yang memesan cappucino tadi. "Ada apa tuan?" Tanya ku sambil mendekati mejanya lagi. "E-em. Bisakah kau menemaniku menghabiskan minuman ini? Aku saat ini sungguh membutuhkan seorang teman ngobrol. Hanya sampai minuman ini habis. Apakah bisa?" Tanyanya padaku Aku menatapnya terkejut karna permintaannya yang kurasa sedikit aneh. Tidak bukan sedikit. Tapi sangat aneh. "Maaf tuan. Bukannya saya tidak mau. Tapi saya masih dalam jam bekerja. Nanti bos saya marah" jawabku. "Jika kau takut bos mu marah. Aku bisa meminta izin padanya. Bisakah kau memanggilnya untukku?" Tanyanya.
All Rights Reserved
#340
cinderella
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kopi & Deadline (On Going)
  • CINTA SELEBGRAM DAN TUAN CEO (SELESAI)
  • Don't Go Away (Because You're Mine)
  • CINDY : Sebelum Aku Pergi
  • SENJA DI PUNCAK TANGKILING
  • Cinderella Vs Pangeran Drama
  • OMG, i really liked him
  • LOVE SINGLE DADDY (SELESAI)
  • YES, BOSS ! (SELESAI)
  • Jatuh Cinta Lagi

Bukan karena lambat bekerja, Ara lembur lagi bagai kuda. Ara duduk sendiri di cubicle, mata lelah, kopi sachet ketiga di tangan, layar laptop menyala dengan file yang hampir rampung. Ingatkan Ara sekali lagi bahwa kerjaannya 'hampir rampung'. Dia menatap layar, lalu menarik napas panjang, "Aku nggak tahu lagi ini kerjaan atau penyiksaan... Tapi besok pagi harus submit, kalau nggak... ya biasa, dapat teror halus dari atasan." Dulu waktu kecil, Ara selalu mengganggap orang yang pulang kantor sampai pukul 12 malam atau pagi buta adalah orang-orang keren. Iya keren, keren keramnya sebadan-badan. Ara menarik napas panjang untuk kesekian kalinya, "Aku gila deh kayaknya, masa dulu kerjaan kayak ginian aku bilang keren." Di sela kelelahan itu, Ara mengenang tempat ngopi yang pernah dia datangi dua minggu lalu-tempat yang jarang dia datangi sebelumnya, tapi entah kenapa, wajah sang barista masih lekat di kepalanya. Dia pernah bilang ke dirinya sendiri , "Aku nggak punya waktu buat cinta." Tapi sejak ketemu cowok itu... apa kalimat yang digaung-gaungkan Ara mulai retak? GA MENERIMA NAMANYA PENJIPLAKAN YA EGE, NYARI IDE ITU GA MUDAH‼️

More details
WpActionLinkContent Guidelines