TERIMA KASIH HUJAN

TERIMA KASIH HUJAN

  • WpView
    LECTURES 208
  • WpVote
    Votes 36
  • WpPart
    Chapitres 36
WpMetadataReadContenu pour adultesEn cours d'écriture3 h 1 min
WpMetadataNoticeDernière publication sam., nov. 11, 2017
WpInfo
Fiction
Romance
Mots-clésfiksiremaja
Seseorang mengganggu hidup Yulita Nurul Azmi. Hanya karena dia menolongnya saat hujan deras. Dia selalu mempermalukan laki-laki bernama Seno itu agar tak menganggunya. Namun Seno membalas tindakannya dengan mengungkapkan perasaan di depan semua orang. Tak ada yang bisa dia lakukan selain mengiyakan. Alhasil, dia mendapat celotehan dari perempuan yang dekat dengan Seno selama ini terutama musuhnya. Saat dia menjawab kalimat serangan Milah, dia mengatakan kalimat yang mematikan untuk musuhnya itu, namun alhasil mematikan dirinya juga. Semenjak kejadian itu pandangan gengnya, yaitu Fosil mendukung dirinya dan Seno. Namun dirinya selalu berusaha menolak. Perlahan Seno merasa lelah dengan respons yang dingin dan tak mempercayainya. Dia menjauh. Ada rahasia yang terungkap. Ternyata masa lalu yang sulit mempersatukan mereka. Namun berjalannya waktu perasaan tak bisa mereka bohongi. Mereka akhirnya bisa bersama dan menyusun cerita yang seharusnya mereka rangkai dari jauh-jauh hari. Keegoisan terjadi pada diri Seno, hingga dia
Tous Droits Réservés
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Rindu Itu Luka
  • Taruhan Cinta Haz Arman (EBOOK)
  • What If I Never Met You
  • ALEA: Gerbang Ketiga-Di Balik Pintu Tak Bernama
  • Aleya
  • Bunga Yang Dibenci
  • Pelangi Setelah Hujan
  • 𝔾𝕠𝕕𝕒𝕒𝕟 𝕔𝕚𝕟𝕥𝕒 𝕒𝕕𝕚𝕜 𝕥𝕚𝕣𝕚ᴱⁿᵈ
  • Pertemuan di Pasaraya
  • SUARA DARI SEPARUH JIWA

Adira, si manja berusia 14 tahun, hanya tahu dunia yang indah dan serba cukup. Hidupnya penuh gelak tawa dan makanan kegemaran. Jennie, kakak sulung yang tegas dan pendiam, menjadi benteng utama keluarga. Mereka dibesarkan oleh seorang ibu tunggal yang cekal, Puan Azirah, dan seorang nenek penyayang yang sentiasa menabur nasihat. Namun, apabila Nenek Syirah pergi menghadap Ilahi, hidup mereka berubah sekelip mata. Kehilangan itu membawa sekali beban lama - pemungut hutang ayah mereka muncul semula, menuntut rumah yang menjadi tempat berlindung selama ini. Mereka dipaksa berpindah ke kampung, ke rumah kecil yang tidak pernah mereka bayangkan. Dalam serba kekurangan, kasih sayang diuji. Adira mula memberontak. Kata-kata kesatnya menjadi duri dalam hati Puan Azirah, sehinggalah satu tragedi hitam meragut nyawa ibu mereka. Tinggallah Jennie dan Adira berdua, menanggung luka yang tidak terubat. Jennie, walau masih muda, memilih untuk berhenti sekolah demi menyara adiknya. Adira yang dulu keras kepala, kini terpaksa belajar erti kehilangan dan pengorbanan. Walau dihimpit keperitan, kasih seorang kakak tidak pernah luntur. Kerana Jennie percaya, setiap yang berlaku adalah qada dan qadar Tuhan. --- "Kisah tentang kehilangan, pengorbanan dan kasih sayang yang tidak pernah putus walau dunia terasa runtuh. Sebuah perjalanan emosi yang akan tinggal di hati pembaca."

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives du Contenu