TERIMA KASIH HUJAN

TERIMA KASIH HUJAN

  • WpView
    Reads 126
  • WpVote
    Votes 36
  • WpPart
    Parts 36
WpMetadataReadMatureOngoing3h 1m
WpMetadataNoticeLast published Sat, Nov 11, 2017
Seseorang mengganggu hidup Yulita Nurul Azmi. Hanya karena dia menolongnya saat hujan deras. Dia selalu mempermalukan laki-laki bernama Seno itu agar tak menganggunya. Namun Seno membalas tindakannya dengan mengungkapkan perasaan di depan semua orang. Tak ada yang bisa dia lakukan selain mengiyakan. Alhasil, dia mendapat celotehan dari perempuan yang dekat dengan Seno selama ini terutama musuhnya. Saat dia menjawab kalimat serangan Milah, dia mengatakan kalimat yang mematikan untuk musuhnya itu, namun alhasil mematikan dirinya juga. Semenjak kejadian itu pandangan gengnya, yaitu Fosil mendukung dirinya dan Seno. Namun dirinya selalu berusaha menolak. Perlahan Seno merasa lelah dengan respons yang dingin dan tak mempercayainya. Dia menjauh. Ada rahasia yang terungkap. Ternyata masa lalu yang sulit mempersatukan mereka. Namun berjalannya waktu perasaan tak bisa mereka bohongi. Mereka akhirnya bisa bersama dan menyusun cerita yang seharusnya mereka rangkai dari jauh-jauh hari. Keegoisan terjadi pada diri Seno, hingga dia
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rindu Itu Luka
  • Imperfect [✓]
  • THE LAST POWER
  • Pelangi Setelah Hujan
  • Taruhan Cinta Haz Arman (EBOOK)
  • SUARA DARI SEPARUH JIWA
  • Pertemuan di Pasaraya
  • Aleya

Adira, si manja berusia 14 tahun, hanya tahu dunia yang indah dan serba cukup. Hidupnya penuh gelak tawa dan makanan kegemaran. Jennie, kakak sulung yang tegas dan pendiam, menjadi benteng utama keluarga. Mereka dibesarkan oleh seorang ibu tunggal yang cekal, Puan Azirah, dan seorang nenek penyayang yang sentiasa menabur nasihat. Namun, apabila Nenek Syirah pergi menghadap Ilahi, hidup mereka berubah sekelip mata. Kehilangan itu membawa sekali beban lama - pemungut hutang ayah mereka muncul semula, menuntut rumah yang menjadi tempat berlindung selama ini. Mereka dipaksa berpindah ke kampung, ke rumah kecil yang tidak pernah mereka bayangkan. Dalam serba kekurangan, kasih sayang diuji. Adira mula memberontak. Kata-kata kesatnya menjadi duri dalam hati Puan Azirah, sehinggalah satu tragedi hitam meragut nyawa ibu mereka. Tinggallah Jennie dan Adira berdua, menanggung luka yang tidak terubat. Jennie, walau masih muda, memilih untuk berhenti sekolah demi menyara adiknya. Adira yang dulu keras kepala, kini terpaksa belajar erti kehilangan dan pengorbanan. Walau dihimpit keperitan, kasih seorang kakak tidak pernah luntur. Kerana Jennie percaya, setiap yang berlaku adalah qada dan qadar Tuhan. --- "Kisah tentang kehilangan, pengorbanan dan kasih sayang yang tidak pernah putus walau dunia terasa runtuh. Sebuah perjalanan emosi yang akan tinggal di hati pembaca."

More details
WpActionLinkContent Guidelines