TERIMA KASIH HUJAN

TERIMA KASIH HUJAN

  • WpView
    LECTURAS 208
  • WpVote
    Votos 36
  • WpPart
    Partes 36
WpMetadataReadContenido adultoContinúa3h 1m
WpMetadataNoticeÚltima publicación sáb, nov 11, 2017
WpInfo
Ficción
Romance
Etiquetasfiksiremaja
Seseorang mengganggu hidup Yulita Nurul Azmi. Hanya karena dia menolongnya saat hujan deras. Dia selalu mempermalukan laki-laki bernama Seno itu agar tak menganggunya. Namun Seno membalas tindakannya dengan mengungkapkan perasaan di depan semua orang. Tak ada yang bisa dia lakukan selain mengiyakan. Alhasil, dia mendapat celotehan dari perempuan yang dekat dengan Seno selama ini terutama musuhnya. Saat dia menjawab kalimat serangan Milah, dia mengatakan kalimat yang mematikan untuk musuhnya itu, namun alhasil mematikan dirinya juga. Semenjak kejadian itu pandangan gengnya, yaitu Fosil mendukung dirinya dan Seno. Namun dirinya selalu berusaha menolak. Perlahan Seno merasa lelah dengan respons yang dingin dan tak mempercayainya. Dia menjauh. Ada rahasia yang terungkap. Ternyata masa lalu yang sulit mempersatukan mereka. Namun berjalannya waktu perasaan tak bisa mereka bohongi. Mereka akhirnya bisa bersama dan menyusun cerita yang seharusnya mereka rangkai dari jauh-jauh hari. Keegoisan terjadi pada diri Seno, hingga dia
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Jangan Berpaling Dariku
  • THE LAST POWER
  • What If I Never Met You
  • My Best Mama
  • ALEA: Gerbang Ketiga-Di Balik Pintu Tak Bernama
  • Bunga Yang Dibenci
  • Penghulu Bidadariku S2 : Aisyah Humaira
  • Pertemuan di Pasaraya
  • SUARA DARI SEPARUH JIWA

Berkahwin dengan lelaki yang dia cinta merupakan impian dalam hidup Aina. Bahagia... itu yang dia mahu bersama Benjamin. " Sampah apa yang kau bagi pada aku ni?" kasar suara Benjamin menyoal. Aina mengambil dokumen yang dilemparkan Benjamin di atas meja lalu dia membelek sekali lagi. Rasanya tiada kesilapan yang dia lakukan kerana dia telah menyemak berkali-kali sebelum menghantarnya kepada Benjamin. " Erk... ini kan dokumen yang Encik Benjamin suruh saya buat." Aina membalas perlahan. Dan dia rasa ingin menampar mulut sendiri kerana menjawab. " Ini bukan dokumen yang aku suruh kau buat tapi ini sampah! Benda macam ni patut masuk dalam tong sampah, bukan kat atas meja aku!" Benjamin membentak kuat. Namun hidupnya seakan tercampak ke dalam lembah kedukaan bila Benjamin sering menolaknya jauh dari sisi. Bertahan atau mengalah... apa yang harus dia lakukan? Dibenci suami sendiri, sanggupkah Aina bertahan di sisi Benjamin?

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido