1 bab Bersambung Disclaimer!!!!!
1. Disini Enjoy futa
2. Homophobic gausah mampir skip aja
3. Hanya fiksi
Arina memahami satu hal, hidup terlalu singkat untuk dihabiskan dalam sebuah kepura-puraan. Maka, ketika ia memutuskan untuk mengakhiri pernikahan hasil perjodohan yang dipaksakan orang tuanya, ia tidak merasa kehilangan. Baginya, komitmen tanpa cinta adalah penjara, meski alasan di baliknya adalah demi kebaikan masa depannya yang selama ini dianggap terlalu gila kerja.
Namun, ketenangan yang Arina bangun perlahan terusik di sebuah malam perayaan ulang tahun sahabatnya. Di sana, di antara riuh rendah suara musik, ia menemukan sosok Angkara-perempuan muda dengan tatapan tajam yang ternyata adalah adik dari sahabatnya sendiri. Ada jarak tujuh tahun yang membentang di antara mereka, namun bagi Arina, perbedaan itu hanyalah sekat tipis yang bisa diruntuhkan.
"Kenapa baru sekarang kamu mengenalkan adik secantik ini?." Arina bertanya pada sahabatnya, namun netranya tak sedetik pun lepas dari sosok Angkara.
Angkara, yang merasa terusik oleh tatapan penuh minat itu, mendengus pelan. "Tan, jangan bilang Tante tertarik pada saya? Sayangnya, Tante bukan tipe saya. Saya hanya mencari yang seumuran, atau yang lebih muda. Kita tidak akan pernah cocok, jarak usia kita terlalu jauh untuk dipangkas."
Arina hanya tersenyum tipis, sebuah senyum yang sulit diartikan. Ia melangkah mendekat, memangkas jarak. "Usia hanyalah angka yang berderet, Sayang. Dan kamu? Kamu adalah definisi sempurna dari tipeku."
Di balik wajah datarnya, Angkara hanya bisa membatin gusar. "Mimpi apa aku semalam, sampai harus dikejar-kejar oleh wanita dewasa sepertinya?".
Kini, Arina berada di persimpangan. Apakah kegigihannya akan meluluhkan dinding dingin yang dibangun Angkara, ataukah ini hanyalah babak baru di mana Arina harus belajar menerima bahwa beberapa hati memang tidak diciptakan untuk saling memiliki?.