My Love Yuo

My Love Yuo

  • WpView
    Reads 1
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, May 28, 2018
krin"kring(angapla suara laram)apasi yang ribut ini,gue langung cari asal bunyi yang gangu tidur gue ternyata jam alaram yan nyokap gue taru di meja kasur gue marselaaaaaa itu lagi suara nyokap gue yang seperti toa apa bun aku lansung turun dari kamar gue ,kamar gue letakya di lantai dua ################################# hay perkenalkan nama gue natasya marsela hari adala hari petama gue msuk sekola setela mengikikuti mos. gue anak dari orang terkaya ke dua di indonesia(bukanya sombon yaaa)umur gue sekaran 16 tahun perkenalkan nama bokap gue adala hendra herlambag punya peruaahaan di nna"nna ( bukan sonbong yaaa) perkenalkan nana nyokap gue adala sari regita nyokap gue memiliki butik yang nyokap gue bangun sebelum orang tua gue nika perkenalkan nama adik gue jesika adik gue berumur lima tahun
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Jejak Luka Di Bawah Langit Senja
  • MY HUSBAND CEO[Completed]
  • Anak DESA ✔
  • Pangeran Alfiyyah [SELESAI]
  • Broken Home (End)
  • Halo selamat membaca kisah pertama ku
  • HatiKu Hanya Untuk Kakak KelasKu "JJK"
  • nostalgia SMA kita
  • AYAH? {VKOOK} END!!

Aku pernah melangkah penuh percaya diri di kampus negeri, di mana mimpi-mimpi sederhana terasa seolah sudah ada di ujung tangan. Aku aktif, dikenal, dan percaya bahwa masa depan yang cerah hanyalah soal waktu. Tapi ketika ibu pergi, semuanya runtuh tanpa ampun. Sunyi menyelimuti rumah yang dulu penuh tawa, tabungan menguap seperti angin, dan Jati diri terhempas jauh melayang lalu sirna bersama rasa kecewa, Ayah terdiam dalam kebingungan, kehilangan arah yang dulu ia genggam erat. Aku yang muda, yang seharusnya berlari mengejar mimpi, terjerat oleh tanggung jawab yang terlalu berat untuk dipikul sendiri. Aku berhenti kuliah, bukan karena kehilangan semangat, tapi karena harus memilih, melanjutkan mimpi yang kian menjauh, atau bertahan untuk keluarga yang runtuh. Hari-hariku berlalu begitu saja, menampung lelah yang tak selalu terlihat, dan pertanyaan tanpa jawaban yang terus menghantui kenapa dunia ini tak selalu berpihak pada mereka yang berjuang paling keras? Aku merangkai kekuatan dari serpihan kehilangan, menenun harapan dari kegelapan yang pekat. Aku berdiri, walau rapuh, karena menyerah bukanlah bagian dari ceritaku. Perjalanan ini belum selesai, dan aku tahu, langkahku harus terus berlanjut, meski dunia kadang membelakangi dan meninggalkan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines