Tak semua yang nampak dengan mata telanjang seperti yang terlihat. Kadang mata bisa buta untuk melihat sebuah kebenaran. Mata bisa menipu penglihatan karena mata hanya berfungsi untuk melihat, bukan untuk menafsirkan sesuatu.
Seperti itulah sifat alami manusia. mereka akan mempercayai apa yang di lihat oleh mata mereka. Mereka takkan peduli pada apa yang menjadi alasan sesungguhnya. Mereka percaya mata tak pernah berbohong. Ya, mereka benar mata memang tidak berbohong, tapi mata tak melihat semua yang tersembunyi. Mata hanya melihat secara zhahir, tidak secara bathin.
Tipuan mata bahkan sangat mengerikan. Kita takkan tahu apa yang akan di akibatkan oleh penglihatan kita. Karena itu kita sebagai seorang manusia yang baik, setidaknya berhati-hati dalam menafsirkan apa yang terlihat.
****************
"Kau salah tentangku, Hafidz. Jangan lihat aku dengan mata zahirmu, namun lihatlah aku dengan mata bathinmu. InsyaAllah, kau akan tahu yang sesungguhnya," kata Aisya mencoba meyakinkan.
"Kau mencoba menutupi kesalahanmu?, kau memang perempuan ular, Aisya. Aku tak menyangka ternyata aku salah tentangmu selama ini. Kau begitu jauh dari ekspektasiku selama ini. Kau tak pantas menjadi seorang muslimah. Kau sungguh tak pantas!," ucap Hafidz sambil menahan emosinya.
Aisya tetap tenang dan membalas, "Siapa kau hingga mengatakan aku tak pantas sebagai seorang muslimah?, kau yang tak percaya padaku. Ku tegaskan sekali lagi padamu, buka mata bathinmu. Assalamu'alaikum" seraya pergi meninggalkan Hafidz.
"Suatu hari, aku percaya kau akan melihatku dengan mata bathinmu, Hafidz.....," gumam Aisya sambil menghapus air mata yang di tahannya sejak tadi.
Terendra tak pernah mengira jika diumurnya yang sudah menginjak kepala empat tiba-tiba saja memiliki seorang putra yang datang dari tempat yang tak terduga.
Bocah 17 tahun mantan anggota kelompok buronan?
Tapi itulah faktanya.
--------------------
#rank1 in najaemin (02/2/2024)
#rank1 in action (26/6/2024)
#rank1 in sick (30/9/2024)