HURT βœ…

HURT βœ…

  • WpView
    Reads 332,441
  • WpVote
    Votes 15,184
  • WpPart
    Parts 28
WpMetadataReadMatureComplete Thu, Nov 23, 2017
WpInfo
Fiction
Romance
[03.11.2018] #rank2-romancestory 18+ Cerita ini ada beberapa part yang di privat. Jadi follow dulu sebelum baca. _____________________________________ I try not to miss you, I try to let you go, But in the end you always in my mind. Menikah dengan Pria yang tidak ia cintai dan mencintainya bukanlah keinginan Vanie. Tetapi keadaanlah yang memaksanya setuju mau menikah dengan Pria itu. Akankah rumah tangga Vanie berjalan seperti yang ia impi-impikan selama ini??? Aku tidak mengerti dengan semua permainanmu. Beri aku petunjuk agar aku tahu kemana arah permainanmu ini. -Vaniessa Curlent- Ini memang bukan salahmu. Tapi kau yang harus menanggungnya. Salahkan saja takdir burukmu. -Reimond Bouvich-
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ruined Bitch
  • Between Us
  • Coffee and Us
  • [END] Behind The Moment
  • May I Love You?
  • Commissar, I Love You βœ”
  • Genuin Love
  • movember
  • Avenoir (BL19+) [COMPLETE]

⚠️ Cerita ini mengandung konten muatan dewasa, tidak direkomendasikan dibaca oleh anak di bawah usia 18 tahun. BLURB - Ruined Bitch Sekar tahu dunia tempatnya berpijak tidak pernah ramah bagi wanita sepertinya. Hidup mengajarinya untuk tidak berharap terlalu banyak, terutama dari pria. Baginya, hubungan hanyalah transaksi-permainan di mana kendali harus tetap berada di tangannya. Sampai ia bertemu pelanggan spesial itu. Marshal Wijaya, pria yang dingin dan berbahaya, bukan tipe yang mudah terbaca. Ia tidak sekadar membeli waktu Sekar, tetapi juga merenggut sesuatu yang lebih dalam. Sentuhannya mengancam pertahanan yang selama ini Sekar bangun. Tatapannya seakan ingin menelanjangi lebih dari sekadar tubuhnya-ia ingin masuk ke dalam pikirannya, mencuri perasaan yang seharusnya tidak ada. Semakin Sekar berusaha menjaga jarak, semakin kuat tarikan yang mengikat mereka. Marshal menginginkannya lebih dari sekadar bayaran, sementara Sekar tidak yakin apakah ia siap kehilangan kendali. Ketika batas antara transaksi dan keterikatan mulai kabur, Sekar harus memilih: bertahan dengan tembok yang melindunginya, atau membiarkan dirinya jatuh-meski itu berarti hancur dalam genggaman pria yang bisa saja menghancurkannya lebih dari siapa pun. Karena dalam permainan seperti ini, tidak ada yang benar-benar menang.

More details
WpActionLinkContent Guidelines