Story cover for Mimpi by nightfxa
Mimpi
  • WpView
    Reads 304
  • WpVote
    Votes 50
  • WpPart
    Parts 9
  • WpView
    Reads 304
  • WpVote
    Votes 50
  • WpPart
    Parts 9
Ongoing, First published Oct 17, 2017
ketika ku mulai membuka mataku.. perlahan semuanya terlihat buram. Perlahan mataku mulai kembali berfungsi, dan mereka semua memperhatikanku.... 

Semuanya menatapku dengan rasa haru. Tetapi dibalik rasa itu mereka seperti menyimpan rasa sedih karna keterlambatanku untuk kembali dari mimpi buruk ini...

Jika aku bangun lebih awal aku dapat melihatnya sekali lagi.
"Ibuku di katakan meninggal karna diriku" itu adalah hal yang paling konyol dalam mimpiku yang mulai berubah menjadi kenyataan pahit yang harus ku terima.

Ia harus meninggal karna bekerja keras untuk melunasi hutang-hutang karna kematian seseorang yang bukan salahku. Sebelum ia meninggal ia memberikan surat kepadaku "Ini bukan salahmu aku tahu itu, ambilah uang itu untuk keperluanmu" akupun mulai menangis.

Saat ini, yang aku butuhkan ia mempercayaiku. Bagaimanapun caranya ini adalah pilihannya.
"Jika ini mimpimu aku harap kau mempercaiku, namun Jika ini mimpiku berati ini kenyataan yang harus kau terima!".
All Rights Reserved
Sign up to add Mimpi to your library and receive updates
or
#146kepercayaan
Content Guidelines
You may also like
ALVIN (On Going) by dv-fitriani_10
38 parts Complete
⚠️FOLLOW SEBELUM MEMBACA⚠️ [ Berkomentar dengan sewajarnya, hargai siapapun orangnya dan apapun yang ia tulis ] Belum di revisi. [TANDAI TYPO!!] ________ Carilah orang-orang yang bisa membawa kamu ke jalan yang seharusnya kamu lewati untuk sampai pada tujuan yang baik. Banyak orang jahat berkeliaran hanya untuk kesenangan mereka pribadi, bahkan dalam keluarga sendiri pun masih sering orang yang melampiaskan masalahnya pada anggota keluarga yang tidak tahu apa-apa. Dan diposisi inilah aku hidup sebagai anak perempuan tunggal kaya raya, tetapi miskin kasih sayang. Sampai akhirnya, aku dipertemukan dengan seorang lelaki tangguh yang mengubah kehidupan ku hampir sepenuhnya. Ia benar-benar berbeda dari ayahku, padahal banyak sekali orang yang mengatakan bahwa jodoh seorang anak perempuan adalah cerminan dari seorang ayahnya. Aku sempat percaya dan takut dengan pepatah itu, sampai aku tidak menginginkan berjodoh dengan siapapun karena takut jodohku sama dengan watak ayahku. Namun nyatanya, itu hanyalah tipu daya manusia. Aku sekarang tidak akan percaya dengan pepatah yang belum tentu ada buktinya. Meskipun begitu rumornya, aku akan tetap menyayangi kedua orang tuaku yang telah membesarkanku. Aku pikir penderitaan ku cukup sampai disitu, Namun ternyata aku salah besar. Ada saatnya kita ditinggalkan oleh orang-orang yang kita sayang selama di dunia ini, mereka telah kembali pulang ketempat yang sudah seharusnya menjadi rumah terakhir. Tidak ada yang abadi di dunia ini, semuanya hanya sementara, tinggalah tanah yang rata dengan dunia. Aku tidak sekuat dan seberuntung orang lain diluaran sana, selalu ada saja cobaan yang mendatangiku satu-persatu. Aku selalu berjuang mati-matian untuk kehidupan ku sendiri agar merasa lebih baik dari sebelumnya, tapi tetap saja aku tak pandai menyelesaikannya, aku berusaha untuk hidup dan bangkit sendiri dari keterpurukan ini. WARNING!: DILARANG COPY/PASTE CERITA INI KARNA INI MURNI KARYA SAYA, JIKA ADA YANG COPPAST LAPORKAN KEPAD
TIME will TELL {On Going} by bLuE096r
15 parts Ongoing
"Selamat Tinggal." Itulah ucapan terakhir yang ia dengar sebelum sebuah benda pipih dan tajam menikam jantungnya. Mata berwarna jingga layaknya api yang berkobar itu menatap kearah sang pelaku yang menatapnya dengan tatapan kosong. "Sialan kau...seandainya saja...kau tidak pernah dilahirkan dan fakta bahwa kau adalah adikku..." "Kiamat ini tidak akan pernah terjadi." Pedang yang ada di tubuhnya ditarik keluar membuatnya tersungkur di lumpur yang sudah digenangi oleh darahnya sendiri. Melihat bahwa lawannya sudah lumpuh si 'adik' itu pun pergi meninggalkan si 'kakak' menghembuskan napasnya untuk terakhir kalinya. ■□■□■□■□ Mata jingga itu terbuka lagi, kini di depannya ada sebuah jam besar yang jarum jamnya tidak berdetak sama sekali. "Apa yang akan kau pilih, nak? Menyerah dan mati disini atau mengulang kembali waktu yang telah kau sia-siakan?" "Kembalikan aku agar aku bisa menebus kesalahanku yang dulu." "Senang mendengarnya~" □■□■□■□■ Apakah anak itu bisa melakukan perjalanannya? Rintangan apa yang akan ia lalui selama melakukannya? Hanya waktu yang akan menjelaskannya nanti. ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||| Karakter di cerita ini milik @Monsta. Dan video+gambar yang aku cantum bukan milikku. Aku hanya meminjamnya. Maaf jika ada kesalahan kata atau kekurangan. Silahkan berikan kritik dan saran untuk membantu meningkatkan kualitas novel ini. ♡Selamat Membaca♡
ANDAI AKU PUNYA KESEMPATAN LAGI by lolasilaban
40 parts Complete
Ini tentang aku, seorang anak perempuan diselimuti rasa rindu, penyesalan, kekecewaan, dan sakit hati. Tentang aku yang memiliki jiwa rapuh. Mungkinkah ada obatnya? Jika, ya, aku berani membayar berapa pun untuk itu. Aku tidak bercanda. Aku serius. Aku butuh obat itu agar duniaku kembali sempurna walaupun tidak pernah sempurna semasa aku hidup di alam semesta yang penuh misteri ini. Namun, siapa sangka. Ada keajaiban datang dalam hidupku. Aku berhasil menemukan obat untuk luka di tubuhku ini. Akan tetapi, obat itu tidak bisa dibayar dengan uang. Obat itu hanya bisa dibayar dengan cara paling aneh di dunia. Aku harus rela mengorban hal yang paling aku sayangi dalam hidupku. Kenapa harus diberi pilihan? Jika pilihan itu tidak bisa membuat lukaku sepenuhnya sembuh! Lalu, apa maksudnya menunjukkan obat itu kepadaku. Aku tidak mengerti dengan semua permainan alam semesta kepadaku. Benar-benar tidak mengerti. Aku marah dan menyalahkan alam semesta atas semua rasa sakit dari lukaku ini. Namun, itu tidak ada gunanya. Kenapa? Semesta tidak pernah salah. Aku yang salah karena tidak pernah memandang dari berbagai sudut. Aku hanya memikirkan diriku sendiri. Aku tidak pernah memikirkan orang lain sekalipun aku menganggap diriku tidak seperti itu, tetapi aku tidak bisa menilai diriku sendiri sebab karakter seseorang hanya dapat dinilai oleh orang lain. Akibatnya dari semua itu, aku harus belajar meredahkan amarahku dengan cara mulai memahami tujuan dan rencana alam semesta kepadaku hingga aku sadar bahwa rasa luka di tubuhku ini adalah ulahku sendiri. Kenapa? Sebab selama aku hidup, aku tidak pernah bisa memanfaatkan diriku atas kematian orang yang paling aku cintai, yaitu Lamtiur, Papa. Sosok yang berhasil mengubah duniaku menjadi penuh warna.
You may also like
Slide 1 of 10
Take A Break cover
ALEYA~~ cover
INCANTO (Tamat) cover
ALVIN (On Going) cover
Paper Hearts cover
TIME will TELL {On Going} cover
ANDAI AKU PUNYA KESEMPATAN LAGI cover
SELEPAS KAU PERGI (END) cover
Mengembalikan Ikatan Persaudaraan (End) cover
LOVE OR ENEMY...  💜Completed💜 cover

Take A Break

25 parts Ongoing

Dia membelai rambutku perlahan, lembut, dan sangat menenangkan. Aku pun tersenyum meyakinkannya kalau aku akan baik-baik saja. Selalu akan begitu. Netra coklat tua itu menembus masuk jauh kedalam penglihatanku. Lekat, cukup lama sampai akhirnya aku merasakan sebuah dekapan yang sangat hangat nan tulus, yang dahulu sulit sekali ku dapat. "I'm Here tha. Always for you " "I want to break for a while " Air mataku sudah tak lagi terbendung, ia tak boleh melihatnya lagi. Sekarang semua terasa sudah mati, bukan hanya hati namun seluruh tubuh ini. Sisa tenaga yang biasanya kugunakan untuk tersenyum kini sudah tak lagi mampu. Sekarang perlahan dari ujung kaki aku merasa sesuatu yang sangat menyakitkan kemudian disusul kedinginan yang selama ini tak pernah aku rasakan. Mataku semakin memberat, tangan yang tadi ku ikut sertakan untuk memeluknya kini sudah terjatuh. Terima kasih Daneer Abyan Earl. - "Jatuh cinta merupakan gerbang menuju patah hati yaitu perpisahan. Entah berpisah karena menemukan orang baru atau berpisah karena kematian. Tapi yang jelas, aku belum menemukan alasan mengapa aku harus jatuh cinta" -Agatha "Melankolis adalah sebutan kondisi untuk jiwa yang terperangkap dalam ruangan bernamakan masa lalu. Menjadikan kenangan sebagai seni bertahan hidup satu-satunya setelah kehancuran yang tak bertepi" -Abyan