About You

About You

  • WpView
    Reads 658
  • WpVote
    Votes 14
  • WpPart
    Parts 17
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, May 12, 2020
Tentangmu, ada pertemuan yang mengesankan Tentangmu, ada perpisahan yang menelan kesedihan Tentangmu, ada kehilangan yang menumbuhkan kerinduan Dan tentangmu, ada kenangan yang mengukir senyuman Pada satu waktu, kita akan kembali pada nostalgia, kembali menyapanya, lalu ia kembali pergi mengelana. Seperti Dinar. Jatuh cinta pada Dena semasa sekolah dasar membuatnya seperti terikat dalam mimpi yang tak bertepi. Rasa yang belum tersampaikan tak kuasa ia tahan. Apalah daya seorang anak. Ketika perasaan mulai menguasai, maka raga dan pikiran belum sanggup merajai. Banyak hal bodoh yang justru terjadi demi menyampaikan isi. Namun siapa sangka, dari serangkaian hal bodoh itu justru menimbulkan bekas yang mendalam saat mereka berjumpa kembali. Isi yang belum mempuisi terus menghampiri tanpa interupsi. Seolah benang terus mengulurnya terbang melintasi waktu sambil menyapa yang terkenang dalam kalbu. Hingga berkali menapaki tempat yang satu pada sebuah titik temu. Hanya kebetulan? atau Takdir menentukan? Jawabannya ada pada mereka sendiri. Ketika kemelut yang kian rumit mereka hadapi, air mata dan luka yang menganga jadi saksi hadirnya sebuah makna yang berarti. Menciptakan memoria indah tentang dua anak yang berusaha memahami cinta dan menyikapinya secara dewasa.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • FATE'S CRUEL KINSHIP (SELESAI)✅
  • [END] Blind Rainbow
  • 𝐓𝐢𝐭𝐢𝐤 𝐓𝐞𝐦𝐮 || 𝐎𝐧 𝐆𝐨𝐢𝐧𝐠
  • Saat Aku Melihatmu
  • Hilang dan Pulang
  • KITA BERBEDA (antara Aku, Kamu, dan Tuhan)
  • [END] WHAT WE HAVE PASSED TOGETHER?
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • Keenan

"Cinta ini salah," suaranya bergetar, hampir tenggelam dalam gemuruh ombak kecil. Namun, cinta di matanya tak bisa dipadamkan. "Tapi aku tak bisa berhenti mencintaimu," jawab yang lain, dengan desahan putus asa, seperti seseorang yang sudah lama terjebak dalam dilema yang tak berujung. Mereka saling menatap, kedua hati yang dulu begitu yakin kini dipenuhi ketidakpastian. Rahasia yang mereka temukan terlalu berat untuk diterima. Setiap kenangan yang mereka ciptakan bersama kini terasa terkotori oleh satu kebenaran yang tak terhindarkan, mereka terhubung bukan hanya oleh cinta, tetapi juga oleh darah yang sama. Ibu yang selama ini mereka kira jauh dari kehidupan masing-masing, ternyata adalah satu orang yang sama. "Apa yang harus kita lakukan sekarang?" bisik salah satu dari mereka, suaranya pecah, penuh dengan ketakutan yang tak bisa disembunyikan. Yang lain terdiam, menunduk, terlalu sakit untuk menjawab. Semua rencana, semua harapan, kini terasa sia-sia. Tak ada jalan keluar dari kenyataan ini. Cinta mereka, yang dulunya penuh harapan, kini berubah menjadi beban yang tak terelakkan. Namun, meski kenyataan itu begitu pahit, perasaan di antara mereka tetap ada, mendesak untuk diakui. Bagaimana mereka bisa terus mencintai ketika darah yang sama mengalir di nadi mereka? Malam itu adalah awal dari perpisahan yang tak terelakkan. Takdir telah memisahkan mereka sebelum mereka sempat benar-benar bersama. Dalam keheningan malam, cinta mereka terbungkus oleh bayangan kelam, menyisakan hanya jejak air mata dan hati yang hancur.

More details
WpActionLinkContent Guidelines