Katanya Kata

Katanya Kata

  • WpView
    LECTURAS 152
  • WpVote
    Votos 17
  • WpPart
    Partes 4
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación jue, ene 25, 2018
WpInfo
Ficción
Romance
Dia seperti menghilangkan segala jenis ekspresi dari setiap rasa. Kemudian dari sekian banyak ekspresi, dia hanya butuh deretan huruf untuk mengakui perasaannya. Soal tulisan itu tersampaikan atau tidak baginya itu adalah hal lain. Setidaknya dia tak perlu ragu menuliskan apapun tentang rasanya. Toh, jika pun tersampaikan, subjek rasa itu mungkin saja menerjemahkan alamat lain sebagai tujuan tulisannya. Dia hanya tak perlu khawatir tentang cara penghianat menyebar rasanya. Yang dia tau, dia hanya ingin menuliskan rahasia tentang rasa apapun itu, lantas merangkumnya dalam sebuah tulisan yang 'katanya kata'.
Todos los derechos reservados
#216
padang
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Allya Theo Perjodohan? [On Going♡]
  • The Story Of Aghea
  • ALVANSA [Completed]
  • TENTANG WAKTU [Tamat]
  • Bumaga i Ruchka
  • RION IS MY MANTAN!
  • Aksara Bercerita
  • SEBUAH INSPIRASI DARI PENULIS (ANTOLOGI CERPEN) [END]
  • Barisan Penyesalan

"Bruk!' "Aduhh pantat gue!" ringis Alya lalu menepuk-nepuk pantatnya yang baru saja berciuman dengan lantai. "Lo makanya kalo jalan pake mata!" ketus Alya. Sedangkan cowok yang didepannya hanya memasanag wajah datar andalannya. "Dimana-mana kalo jalan itu pake kaki bukan pake mata" ucap cowok sambil tersenyum sinis. "Arghh! Lo tuh ya pagi-pagi udah bikin gue kesel aja!" ucap Alya mengebu-gebu. "Bodoamat" ucap cowok itu cuek lalu melanjutkan langkahnya. "ATTHEO ADINATA BRAMASTA! GUE BENCI LO!!" teriak Alya membuat Theo menghentikan langkahnya dan membuat beberapa ornag menatap mereka berdua penasaran. Theo berbalik lalu berjalan menuju Alya yang masih dengan mukanya yang memerah karena menahan marah. "Iya sekarang lo boleh benci sama gue tapi-" Theo membungkuk badannya lalu mendekatkan wajahnya ke telinga Alya. "Suatu saat lo bakalan Cinta sama gue, karena dari benci bisa jadi Cinta" bisik Theo membuat beberpa orang disana berteriak histeris, sedangkan Alya hanya mematung mendengar ucapan Theo. Setelah membisikan kata itu Theo pergi meninggalkan Alya yang masih diam mematung ditempat. Hola guyss gimana kelanjutan cerita guyss? Penasaran? Makanya baca cerita lengkapnya ya!

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido