The Timeless Love (sequel Heartache)

The Timeless Love (sequel Heartache)

  • WpView
    Reads 7,320
  • WpVote
    Votes 472
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jun 25, 2019
Hai kamu, apa kabarmu sekarang? Bahagiakah dirimu selepas kepergianku? Tahukah kamu bagaimana hari-hariku tanpa kehadiranmu? Hampa.... Kosong.... Air mata selalu menjadi teman terbaikku dimalam-malam panjangku. Pada suatu titik aku bahkan tak sanggup lagi untuk menyambut datangnya pagi. Hariku selalu gelap, hitam dan pekat. Tak ada warna, tak ada keceriaan. Hanya ada tangis dan air mata. Sungguh tak kukira betapa besarnya cinta ini untukmu. Bahkan dengan sakit hati yang pernah kau torehkan, diri ini masih saja tak mampu untuk sekedar membencimu bahkan melupakanmu. Kata orang waktu bisa menyembuhkan segalanya. Dan sebuah kisah yang baru bisa mengantarkan kebahagiaan yang lain. Lantas bila diri ini memulai kembali kisah yang baru, akankah bayang-bayang dirimu bisa berhenti menggangguku? Wahai hati, kumohon ... tetapkan aku pada pilihan yang benar-benar bisa buatku bahagia. Sequel heartache
All Rights Reserved
#349
newyork
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Unfinished Goodbye
  • My Cruel Boyfriend [COMPLETED]
  • Farellio's [SELESAI]
  • Another Goodbye (The Other Side 2)
  • Have a Nice Dream [Completed]
  • Semua Tentang Kita (STK) ✔️
  • Di Balik Layar [Completed]
  • My Bad Girl #BadSeries✔
  • ANTARES
  • CLOSER

[Tahap revisi] "Karena mencintai tanpa dicintai kembali itu menyakitkan." Pernah mencintai sebegitunya hingga tak sadar bahwa kamu layak juga untuk dicintai, memperjuangkan orang yang entah hatinya untuk siapa, terus menunggu hingga kamu tak mengerti bagaimana rasanya ditunggu. Mengabaikan banyak orang demi satu hati yang kamu jaga dengan mati-matian. Keadaan memaksa kamu untuk berhenti berjuang dan mencoba melepaskan. Tetapi nyatanya hatimu enggan untuk merelakan. Meski terkadang dihantam lelah kamu tetap saja berjuang untuknya, meski kamu sadar, untukmu; dia tak pernah punya cinta. © Riyan Sekar, 2019

More details
WpActionLinkContent Guidelines