Midnight Memories

Midnight Memories

  • WpView
    Reads 389
  • WpVote
    Votes 37
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jan 3, 2018
WpInfo
Fiction
Romance
Hai guys ini gw mau buat cerita pertama gw tentang pengalaman hidup teman waktu dulu semoga kalian suka alur cerita gw Nama gw Mentari Putri Wirawan gw bisa di panggil tari ataupun Mentari,gw seorang anak yang pemalu tapi sekali gw ngomong nyakitin hati orang ,dan gw mempunyai keluarga yang harmonis oleh canda . Gw anak sulung dari ayah yang bernama Wendi Wirawan dan umi gw bernama Azzahra , yang mempunyai perusahan yang lumayan besar yang nama WIRAWAN COMPANY GROUP nama gw Ricko Alfatah dulu gw adalah anak yang selalu di banga- bagain sma orang tua gw dan gw termasuk orang yang pandai tapi semenjak gue broken home gue jdi berubah, karena orang tua gw gila sama pekerjaannya dan gw terabaikan oleh mereka begitu saja,tetapi gw menikmati hidup dengan cara ku sendiri, ohh iyh gw mempunyai bokap yang bernama Faruk Alfatah dan bunda gw bernama Aisyah dan bokap gw mempunyai perusaha properti terbesar di daerah BANDUNG **** Semoga suka membaca cerita nya
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SAMUDRA BERCERITA || END
  • Dia nyata
  • Damian Arutala [DI TERBITKAN]
  • My possesive boyfriend
  • ALDEANDRA [TERBIT]
  • POSESIF (END)
  • Different [END]
  • ASAVELA KIARA
  • Alton
  • Deza

Andai Samudra bisa bicara, para penyelam takkan perlu menyelam untuk mengetahui isi didalamnya. Andai Samudra bisa bicara, Palung Mariana takkan menjadi misteri yang tak kunjung terpecahkan meski sudah lama. Andai Samudra bisa bicara, segitiga Bermuda yang menelan banyak korban akan diketahui apa penyebabnya. Begitupun dengan Samudra Anka. Andai ia bisa bicara, semua orang akan tahu apa yang ada di dalam hatinya. Andai ia bisa bicara, ia takkan di caci maki karena kebisuannya. Andai ia bisa bicara, ia takkan di tinggalkan karena kecacatannya. Bukan keinginannya kalo ia cacat, tapi mengapa ia di perlakukan seperti ini. Bukan keinginannya kalo ia bisu, tapi kenapa ia di tinggalkan sendiri. "maaf Ayah, maaf Bunda, maaf Abang, maaf karena udah cacat, maaf karena udah bikin malu kalian"

More details
WpActionLinkContent Guidelines