Dara
  • WpView
    Reads 245
  • WpVote
    Votes 66
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Nov 27, 2017
Kegelapan yang tak disangka datang menghampiri hidupnya, membuat Dara sempat putus asa. Kecelakaan telah membawa pergi pengelihatannya. Bukan hanya itu, saat Dara sudah terbiasa dengan kehidupannya yang gelap. Hal lain justru terjadi dalam hidupnya, kakaknya meninggal karena dibunuh dan ayahnya harus mendekam di penjara atas kesalahan yang tidak ia lakukan. Dengan terpaksa, ibunya menitipkan Dara di salah satu panti asuhan, karena sudah tak mampu untuk membiayai keperluan hidup mereka. Musibah datang bertubi-tubi dalam kehidupannya. Seperti tidak menemukan titik terang dalam setiap musibah yang terjadi itu. Dara memulai hidupnya yang baru, menata ulang hidupnya yang telah usang. Meninggalkan segala luka yang dulu, namun sesekali tetap melihat ke dalam memori indah bersama keluarganya yang tak akan ikut terkubur dengan pedihnya kehidupan.
All Rights Reserved
#665
sejarah
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Saat lalu menyapa untuk kembali
  • Suaraku Mati di Udara
  • Giwang
  • Get Back
  • white lotus in yunmeng (Hiatus)
  • UNDERCOVER
  • Regret || WX {SS2} <HIATUS>
  • Kehidupan ke dua (TAMAT)
  • SURAT CINTA UNTUK DARA
  • Catatan Lintasan Pluto

Kembali pada Waktu yang Terlupakan Samarth Vibhavari berdiri di depan pintu rumah yang sudah lama tidak ia kunjungi. Rumah ini, yang dulu menjadi tempatnya tumbuh besar, kini terasa asing. Dulu, rumah ini penuh dengan kenangan indah yang tercipta bersama keluarganya. Namun kini, setelah sekian lama, semua itu hanya tinggal kenangan. Pintu yang tergerak sedikit karena hembusan angin, dinding yang mulai retak, dan udara yang terasa berat. Semua itu mengingatkannya pada masa lalu yang telah lama ia tinggalkan. Setelah ayahnya meninggal dalam sebuah peristiwa yang tak pernah ia pahami, Samarth merasa seolah-olah dunia di sekitarnya berubah. Rumah ini, yang dulu penuh dengan canda tawa, kini sepi. Kepergian ibunya yang lebih memilih untuk meninggalkan mereka semakin menambah rasa kosong di hatinya. Dia kembali ke sini, ke tempat yang pernah ia sebut rumah, namun kali ini bukan untuk merasakan kenyamanan, melainkan untuk menghadapi kenyataan yang sudah lama ia hindari. Namun, ada satu hal yang selalu mengganggu pikirannya. Radhika Rajeshwari. Nama itu kembali terlintas di benaknya. Gadis yang dulu sering beradu argumen dengannya, yang selalu mengganggu hidupnya dengan segala kecerewetannya. Namun, meskipun sering bertengkar, ada sesuatu dalam diri Radhika yang membuat Samarth merasa bahwa hubungan mereka lebih dari sekadar perseteruan. Saat ini, di hadapan rumah ini, kenangan tentang Radhika seakan datang begitu saja.Seolah-olah masa lalu yang sudah lama terkubur itu kembali muncul. Namun, kenapa? Apa yang membuatnya kembali berpikir tentang Radhika setelah sekian lama? Pertanyaan itu menggantung di pikirannya, dan tanpa ia sadari, kaki Samarth melangkah memasuki rumah yang dulu ia tinggalkan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines