Rindu Sang Puteri

Rindu Sang Puteri

  • WpView
    MGA BUMASA 217
  • WpVote
    Mga Boto 24
  • WpPart
    Mga Parte 4
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeHuling na-publish Thu, Aug 23, 2018
Suster Mia mendekati gadis kecil itu. Ikut berjongkok disampingnya. Memperhatikan lukisan yang sedari tadi ditekuni tangan dekil itu. "Puteri gak ikut main sama teman-teman?" "Enggak, Suster" "Puteri lagi ngapain memangnya?" "Puteri lagi bikin istana. Tuh, suster liat kan?" Jawabnya sambil memajukan bibir, menunjuk lukisan didepannya. "Oooohhh istana toh. Istana buat siapa?" "Buat Puteri suster, puteri kan memang puteri. Kata Suster Susi, puteri seharusnya tinggal di istana".
Public Domain
Sumali sa pinakamalaking komunidad ng pagkukuwentoMakakuha ng personalized na mga rekomendasyon ng kuwento, i-save ang iyong mga paborito sa iyong library, at magkomento at bumoto para lumago ang iyong komunidad.
Illustration

Magugustuhan mo rin ang

  • Seraphine Lysora
  • Make a Story With You
  • Short Story
  • Bersama Untuk Selamanya { HIATUS }
  • The Exiled Queen (TAMAT) √
  • Cerita Cinta Siblings Baldwin Dan Aubrey
  • Manusia Dingin Itu Suamiku
  • SMARA DIKTA
  • BEDA
  • Janji Yang Harus Kita Tepati Bersama

Bukan tentang seorang putri yang menunggu pangeran di menara, tapi tentang seorang wanita muda yang memilih cinta meski seluruh dunia menentangnya. Bukan tentang lelaki gagah bersenjata sihir, tapi tentang seorang pandai besi yang memperjuangkan cinta dengan tangan kosong, melawan istana, melawan takdir. Dan pada akhirnya, tentang cahaya - cahaya yang tidak hanya berasal dari darah, tapi dari hati yang memilih mencintai meski gelap menghadang.

Karagdagang detalye
WpActionLinkMga Alituntunin ng Nilalaman