We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Mine
  • WpView
    Reads 188
  • WpVote
    Votes 16
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Mar 15, 2019
WpInfo
Non-Fiction
Kepergian dan kehilangan adalah dua hal yang semua orang takutkan dan hindari. Namun, takdir berkata lain pada gadis manja dalam cerita ini. Diusianya yang ke 9 dia harus merasakan pahitnya kepergian dan sakitnya kehilangan. __________ "Semua gak akan kayak gini kalo dia masih ada!! Kalo dia gak sepengecut itu lari dari tanggung jawab"-Leana .S .P "Haruskah ketulusan mengungkit masa lalu? Aku lelah bila harus DIINGATKAN terus menerus akan patahan memori masa laluku"-Aulia .S .P "Akan kulakukan apapun untuk mereka, sekalipun aku harus bermain dengan harga diriku sendiri"-Indira S "Sulit"-Yuda Andhara
All Rights Reserved
#287
realita
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • F A K E ? [End]
  • GRIZLEN {On Going}
  • BLUE HOUR (Rona Senja di Langit Biru)
  • RAPUH!
  • INVISIBLE WOUNDS: Transmigrasi Jiwa
  • Maaf' (Revisi)
  •  ANATHA
  • Memorable
  • Lost Haven [END]

[Follow sebelum baca] "Kamu dimana?" Rheva menatap lurus ke depan tepat dimana sepasang remaja saling bermesraan. "Aku di rumah, sayang" jawab seseorang di sebrang sana yang tidak lain ialah Alvaro sambil mengelus puncak kepala seseorang yang bersandar di bahunya. Yang tidak lain, ialah Agatha. Rheva tersenyum kecut dan berusaha menahan air matanya. "Madep belakang coba" Alvaro menyernyit bingung namun tak urung mengikuti perkataan Rheva dari sambungan teleponnya. Alvaro memalingkan wajahnya dan menghadap ke belakang setelah menyuruh Agatha untuk duduk tegap kembali. Alvaro terpaku saat melihat Rheva berdiri tidak jauh di depannya. Memutuskan sambungan telepon sepihak, Rheva langsung bergegas pergi saat Alvaro masih mematung di tempat. Begitu pun juga dengan sosok perempuan yang tadi bersama dan bermesraan dengan Alvaro. Alvaro masih terpaku di tempatnya karena tidak menyangka akan bertemu dengan Rheva di sini. Ah, lebih tepatnya dia ketahuan berbohong karena lebih memilih berjalan dengan Agatha dan mengingkari janjinya dengan Rheva. Saat ia ingin menyusul Rheva, sebelah tangannya di tahan oleh Agatha yang diam-diam tersenyum senang dalam hati saat melihat kedua mata Rheva berkaca-kaca tadi. "Mau kemana?" "Aku harus nyusul Rheva, Tha. Aku nggak mau dia berpikir yang engga-engga" "Kamu mau nyusul dia, dan ninggalin aku sendiri di sini?" Alvaro mengacak rambutnya frustasi karena bingung ingin menyusul Rheva atau meninggalkan Agatha sendirian di sini. Yang penasaran, yuk langsung baca aja. Jangan lupa follow, vote, comment sama share ya! #rank 1 in Fakboi [30 - 09 - 2021] #rank 1 in Umum [23 -10 - 2021] #rank 1 in Umum [30 -10 - 2021] #rank 1 in Fakboi [08 -11 - 2021] #rank 1 in Umum [11 - 11 - 2021 - 30 - 11 - 2021] #rank 1 in School [08 -12 - 2021] #rank 1 in Sahabat [18 - 12 - 2021] #rank 1 in Fakboy [12 - 01 - 2022] #rank 1 in Nangis [01 - 02 - 2022] #rank 2 in Friendship [12 - 03 - 2022] #rank 1 in Friendship [13 - 03 - 2022]

More details
WpActionLinkContent Guidelines