My Cherophobia Girl

My Cherophobia Girl

  • WpView
    Reads 18
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Aug 21, 2022
Cherophobia adalah phobia atau ketakutan untuk merasakan kebahagiaan di setiap peristiwa dan pengalaman yang bisa membuat mereka bahagia. **** Bumi berputar membawa waktu dan jarak untuk Aleena, si manusia kosong dengan mata penuh harap untuk bumi. Waktu yang terasa begitu cepat layaknya vespa balap di kota dan jarak yang begitu terasa bagaikan hujan menyentuh tanah lembab di desa. Kehilangan bukanlah hal yang mudah untuk setiap insan manusia terutama untuk Aleena, gadis kecil yang memiliki jutaan harapan untuk bumi. Kehilangan membuatnya merasa sepi dan takut pada waktu bersamaan. Pepatah mengatakan bahwa manusia hanyalah mahkluk fana yang akan pergi di satu waktu yang tepat. Waktu yang akan mengambil alih untuk semua kepergiaannya dan jarak akan mendukung kepergiaannya dengan rasa penuh salah serta kehilangan yang terus menerus menerjanya tanpa adanya selang waktu yang lama. Lantas bagaimana Aleena dapat merasakan kebahagiaan jika kehilangan terus terjadi padanya? "Bumi tidak adil, mengapa bumi menyimpan semua kenangan indah Aleena, Arsen?" Ucap Aleena lirih
All Rights Reserved
#476
jackson
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ALEENA'S LIFE
  • Sudut Luka Nazea
  • Hurt
  • Candlelight (HIATUS)
  • Alenara; Living in a Fairy Tale
  • ALMEERA || Haechan ft. Chenle [END]
  • Seperti Tulang [SUDAH TERBIT]
  • The Happiness Home ( Hiatus:)
  • Alena Zealinne Artharendra
  • RAPUH!

Keluarga adalah rumah. Begitu menurut kebanyakan orang, ia bisa menjadi tempat bernaung dikala hati dan pikiran penuh dengan hiruk pikuk penatnya kehidupan dunia luar. Tempat dimana bisa membuat suasana diri menjadi damai terkendali. Tapi tidak menurut Aleena Afrilya Putri, gadis remaja yang baru memasuki usia 17 tahun. Ia mendefinisikan keluarga sebagai sebuah ketakutan dan trauma. Dengan usia yang masih belia. Ia telah menelan pahitnya kehidupan. Keluarga utuh yang pernah ia rasakan pada masa itu, kini hilang arah. Rumah yang seharusnya sebagai tempat bernaung, tempat ia merasa aman dan terlindungi kini telah sirna. Akankah ia sempurna meniti tangga kehidupannya ?

More details
WpActionLinkContent Guidelines