When I Feel Happy?

When I Feel Happy?

  • WpView
    Reads 39
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Oct 20, 2017
Dunia terasa sedang membenci gue Masalah datang bertubi-tubi Entah itu keluarga, sahabat, bahkan orang yang gue kira akan tulus jadi teman hidup gue Gue harap gue bisa ngelewatin ini semua dan menemukan cahaya kebahagiaan yang selama ini gue tunggu-tunggu Lalu bagaimana dengan masalah seorang gadis ini yang bernama Carla Nafisa? Apa dia akan putus asa dengan masalah yang dihadapinya selama ini? atau mungkin dia akan menemukan cahaya kebahagiaan? asikk;D Selamat membaca:) Semoga tertarik sama ceritanya yaa
All Rights Reserved
#97
school-romance
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • CLASS F
  • Complicated
  • On The Eye Down The Heart
  • ini aku
  • SEBUAH KISAH DARI HATI YANG PATAH
  • Our Times (Completed)
  • Become an Extra or Main Character [END]
  • As Time Allows
  • 𝐀𝐋𝐈𝐕𝐄
  • Pangeran Kelas
CLASS F

Kelas F di mata penghuni sekolah : 1. Kumpulan anak dengan IQ jongkok. 2. Penghuni tetap ranking 20 terbawah di jurusannya. 3. Solidaritas dalam kelas nilainya F alias fana. Nyaris tidak pernah tercipta. 4. Trouble maker alias parasit sekolah. 5. Para pemilik masa depan kurang jelas. Perihal pernyataan di atas fakta atau bukan, itu tergantung cara kalian memandangnya. Yang jelas, anak-anak itu tidak peduli, atau memilih untuk masa bodoh dengan penilaian manusia-manusia yang merasa dirinya lebih baik dari orang lain. Mereka tidak peduli dengan nilai ulangan yang tidak mencapai KKM, dengan materi pelajaran yang diberikan guru, dengan PR yg harus dikumpulkan tepat waktu, dengan tata tertib dan aturan yang tidak boleh dilanggar, juga tentang ujian nasional yang katanya menentukan masa depan. Hingga suatu hari, sang wali kelas terancam dipecat karena dianggap gagal mendidik mereka. Hanya ada dua pilihan yang bisa dilakukan anak-anak itu. Menjadi egois atau peduli. °°° A/n. Cerita ini ditulis sebagai salah satu bentuk kampanye #IndonesiaMembaca dengan bertemakan Teen Literature. #TeenlitIndonesia @teenlitindonesia

More details
WpActionLinkContent Guidelines