Malam yang sejuk mengiringi kesepianku. Angin malam turut membelai lembut rambutku. Menemaniku yang tengah sendiri menatap indahnya bumi. Sebagai teman paling setia dikesendirianku dalam ketidakadilan ini.
"Oh Tuhan, kapan semuanya akan berubah?" tanyaku dalam pengharapan.
Tiba-tiba pintu kamarku diketuk dengan cukup pelan."pasti bi Irah." Tebakku
"iya, sebentar!"
sahutku sembari berjalan dari serambi kamar.
"Maaf non, waktunya makan malam. Yang lain sudah ngumpul dibawah."Ucap Bi Irah saat pintu kamarku terbuka.
"ok bi Dina juga udah lapeer banget."Candaku padanya.
Bi Irah adalah seseorang yang merawatku sejak lahir. Bagiku, ia sudah seperti Ibu kandungku.
Dirumahku, hanya Bi Irah yang peduli dengan keadaanku. Disaat aku sakit, hanya ia yang selalu repot menyiapkan obat, hanya ia yang selalu tahu betapa sedihnya aku disaat nilai raportku jauh dari nilai kak Dini.
Hanya ia yang tahu betapa aku ingin seperti kak Dini, saudara kembarku.
******
#lanjutbacaguys
#janganlupa_follow_wattpad
@yhayathayeb
@yhayathayeb
_____________
#enjoyingtime
#enjoyinglife
#mengharukan
______________
Follow -ig: @yhayathayeb
#dilarang menutip sebagian ide atau isi cerita tanpa seizin tertulis dari penulis.
#update hampir tiap hari
#dilarang bom like secara random
#bukan novel religi, semua orang boleh baca.
#bacalah dengan bahagia
#SUDAH DICETAK
#judul buku diubah menjadi SINCERITY
Bukankah Tuhan itu satu? Lalu mengapa cinta kita berbeda? Padahal kau dan aku berdiri di bawah kaki langit yang sama. ?
Maya, seorang dokter berusia 27 tahun dan lajang. Ia baru saja mendapat kenyataan pahit bahwa pacarnya, Ilham akan dijodohkan dengan Zahra, adik kandungnya. Hingga suatu ketika ia memilih pergi ke Jakarta mengambil tugas yang selama ini tak ia harapkan. Dan pertemuannya dengan seorang pria merubah segalanya.
Lelaki itu memberinya kebahagiaan juga duka dalam waktu bersamaan. Sampai akhirnya Maya sadar bahwa melepaskan, membiarkannya pergi dan mengikhlaskan adalah tiga hal yang berbeda.