We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Mengapa Ku Tak Sebahagia Mereka?

Mengapa Ku Tak Sebahagia Mereka?

  • WpView
    Reads 11
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Oct 20, 2017
WpInfo
Non-Fiction
Debur ombak yang merdu membangunkanku, seakan memanggilku untuk segera memulai hari yang baru. Ku buka pintu tenda, dan kurasakan jari-jemari menyentuh lembutnya pasir putih. Kehangatan mulai terasa ketika mentari perlahan melintasi cakrawala yang tampak berwarna jingga. Kala itu kudapati dua insan bergandengan tangan menunggu terbitnya sang mentari di Pulau Pari. Kuperhatikan dari kejauhan sangat tampak diantara mereka ada sebuah kebahagiaan. Mungkin kebahagiaan itu sulit untuk diungkapkan, namun sangat jelas bila disaksikan. Tapi tidak denganku... Tiada kebahagiaan yang kurasakan kala itu. Segera kualihkan sepasang retina ke arah yang lainnya.. Terbesit sebuah pertanyaan di dalam hati, mengapa aku tak sebahagia mereka...? Kugenggam erat pasir putih, dan berusaha mengungkap tabir apa yang sebenarnya terjadi.. Satu persatu butiran pasir mulai jatuh, namun belum ada jawaban yang kudapatkan. Tak lama setelah itu, kurasakan tangan ini hampa... Kubuka perlahan ganggaman tangan dan kulihat sisa butiran pasir yang berkilau.. Kilauan pasir itu seolah memberikan jawaban atas apa yang kupertanyakan. Dan kini kusadari bahwa kebahagian tak kudapatkan karena sholat subuh belum kutunaikan. Yaudah abis itu aku langsung sholat. Tamat. Jadi, hikmahnya adalah: "Tiada kebahagiaan bila kau mengawali harimu tanpa sholat subuh". ~Blacktracker Jomblo
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dear Fenly || Un1ty
  • Natya's Second Life [ END ]
  • Titik Yang Benar
  • ALONE
  • Your Beautiful Eyes (END)
  • 𝐎𝐁𝐒𝐄𝐒𝐒𝐈𝐎𝐍 [ 𝚂𝚕𝚘𝚠 𝚄𝚙𝚍𝚊𝚝𝚎 ]
  • tׁׅꭈׁׅɑׁׅ݊ꪀׅ꯱ꩇׁׅ֪݊ ꪱׁׁׁׅׅׅᧁׁꭈׁׅɑׁׅׅ꯱ꪱׁׁׁׅׅׅ ᝯׁ֒ɑׁׅ݊ꪀtׁׅꪱׁׁׁׅׅׅƙׁׅɑׁׅ  (End)
  • syanin
  • °•○ RENJANA ○•° {On Going}
  • ANTAGONIS MOTHER || REVISI

Sama halnya seperti semburat warna pelangi Gugusan bintang di langit dan aurora Borealis Beberapa entitas indah memang diciptakan untuk dipandang Bukan untuk diraih apalagi dimiliki Bagaikan mengharap pakistan bersatu dengan India Jangankan kasih sayangnya, perhatian darinya saja tak dapat ku miliki Ini bukan bagaimana aku mengisahkan cerita cinta dalam hidupku, kisah ini tak berisi bagaimana aku bertemu gadis cantik karna tak sengaja menabraknya atau tak sengaja satu kelas dengan dia, kemudian kami saling jatuh cinta dan bahagia. Tidak ini jauh dari kisah seperti itu. Aku ingin menceritakan kebohongan mamaku yang mengatakan kalau semua akan baik-baik saja. Aku ingin menceritakan kebohongan mama yang katanya akan menemaniku selamanya dan aku juga ingin menceritakan kebohongan mama tentang bagaimana indahnya memiliki saudara. Aku tak mengerti bagaimana bisa wanita yang paling ku percaya tega membohongiku, aku masih tak mengerti bagaimana Tuhan menuliskan kisahku ke arah mana, ia memberiku air mata tapi sepertinya lupa menuliskan kata bahagia, setelah semua kebohongan itu ku terima, setalah takdir itu Tuhan mainkan kehidupanku banyak berubah. Kepedihan dan penderitaan mulai tertarik untuk singgah. Meninggalkan rumah, dan tinggal dengan manusia-manusia random akan menyenangkan pikirku, hingga aku lupa jika salah satu dari mereka adalah sumber luka yang nyata. Sia-sia aku lari ternyata luka itu turut mengikuti, ingin mencoba membenci tapi aku tak akan pernah sanggup perangi. Hingga kini luka itu abadi dalam hati.

More details
WpActionLinkContent Guidelines