PROMISE

PROMISE

  • WpView
    Reads 772
  • WpVote
    Votes 65
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadComplete Mon, Apr 2, 2018
Hidup gue berubah semenjak gue kenal sama lu, cowo pertama yang gue percaya gaakan pernah nyakitin gue, Irham. Ya nama itu yang selalu ada di fikiran gue selama berhari-hari. Gue gapernah jatuh cinta,karna gue gapernah percaya sama yang namanya cinta, yaa menurut gue cinta yang sebenernya itu adalah cinta dari orang tua, dan gue ga dapet itu dari mereka. Gue suka perhatian, dan banyak orang yang selalu ngasih gue itu, tapi entah kenapa gue dapat penolakan dari satu cewe yang menurut gue begitu dingin dan tak tersentuh, Nadia. Gue penasaran sama lu yang menurut gue menarik tapi tertutupi sama sikap dingin dan jutek lu itu. Gue awalnya emang cuma penasaran tapi semua rasa itu tergantikan jadi sayang dan ingin melindungi.
All Rights Reserved
#1
giageia
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Gamang
  • My protective and perfect boyfriend
  • POSESIF (END)
  • DeaSea
  • OM REZA
  • Love Me Back
  • cinta tak kau anggap (end)
  • my story (Greshanfamily)
  • Best Friend?? ❌ IDR
  • Perfection of life (GRESHAN)
Gamang

"Jangan suka sama gue" Hening mengambang diantara kami berdua, membuat suasana semakin terasa menyesakan. "Maksud lo?" "Jangan suka sama gue Ris" "Lo temen gue, lo bahkan yang bikin gue berhasil dapetin cewe yang gue mau dari dulu. Jangan ngehancurin itu semua Ris. Tolong" Aku tergagap di tempat, bingung harus bereaksi apa. Tapi rasa panas di pelupuk mata tak bisa aku abaikan begitu saja. Sakit rasanya mendengar kata yang selalu aku bisikan di setiap hari nya. Harus aku dengar dari dia yang menjadi penyebab nya. Aku menarik nafas panjang, dan menghembuskan nya perlahan. Mencoba menghilangkan sesak yang seolah membakar. "Iya, lo tenang aja. Gue-" kembali, aku menarik nafas dan menghembuskan nya pelan "Gue gak akan ganggu hubungan kalian. Gue sadar, tugas gue cukup sampai bikin kalian jadian. Lo temen gue, Keira sahabat gue. Gue faham Lang. Maaf kalo perasaan gue bikin lo gak tenang" Kalimat itu aku ucapkan dengan lugas. Tak ada ragu dan seolah memang itu yang aku mau. Tapi tidak, tidak dengan keadaan hati ku yang terasa sendu. Sejak awal, harusnya mereka yang menjadi pemeran utama. Ilalang dan Keira. Di pertemukan untuk bersama. Bukan dengan ku, tokoh sampingan yang seharusnya tau batasan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines