Seperti Esok

Seperti Esok

  • WpView
    Reads 84
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Oct 20, 2017
Ketika esok tidak pernah mampu menjanjikan kepastian, selalu ada ruang bagi harapan. Hajar. Jatuh cinta pada keduanya; Sebuah ketidakpastian akan masa depan. "Esok, mungkinkah kau menjadi ketetapan?" Tanya Hajar. "Ini perjalananmu, Hajar. Yakinlah, bersama Allah" bisik Esa di sepertiga malam. Kekuatan cinta adalah anugerah. Kecintaan Hajar kepada Rabb-nya melebihi cintanya kepada apapun. Maka ia ingin membaktikan dirinya menjadi relawan Palestina. Ia ingin mengabdikan dirinya sebagai perawat yang mengobati luka-luka pejuang Al-Aqsha. Dalam hatinya, tidak pernah terkesan seorang lelaki pun kecuali bapaknya. Kemudian Esa, menjadi Esok yang mengetuk hatinya. Untuk yang pertama. Esa, baginya, perempuan yang baik adalah ia yang mencintai Rabb-nya; seperti Hajar. Namun dihatinya, ada satu nama yang tertinggal. Rumaisha. Siapa Rumaisha? Akankah Hajar goyah ketika cinta bertunas didadanya? Akankah ia menggapai Esok dengan impiannya? "Tali keimanan yang paling kuat adalah mencintai karena Allah dan membenci karena Allah." (HR. Ibnu Abi Syaibah)
All Rights Reserved
#3
se
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • 31 Months for You (Revisi)
  • TULUSNYA CINTA SAKHA (TELAH TERBIT)
  • Takdir From Allah (Revisi)
  • PEREMPUAN YANG MENCINTAI HUJAN
  • Romansa Mayor [ TERBIT ]
  • R I N ~ (Telah Terbit)
  • Surat Untuk Takdir [ ON GOING ]
  • Antara Hati dan Iman ✅

"Tidak semua cinta harus disuarakan. Tidak semua harap harus digenggam. Kadang, mencintai diam-diam adalah satu-satunya cara bertahan." Alia tidak pernah menyangka bahwa satu tatapan singkat di awal masa kuliahnya akan mengubah segalanya. Septian, lelaki dengan sorot mata tenang dan senyum yang jarang muncul, perlahan tumbuh menjadi pusat semesta kecil di dalam hatinya. Selama tiga puluh satu bulan, Alia menyimpan rasa itu sendiri. Dalam doa-doa sepertiga malam. Dalam senyum pura-pura. Dalam perasaan yang tak berani ia akui, bahkan pada dirinya sendiri. Namun ketika kedekatan itu mulai tumbuh, semesta justru menguji dengan luka lama, rasa minder, dan kenyataan bahwa tidak semua yang kita doakan bisa kita miliki. Ini adalah kisah tentang cinta diam-diam, perasaan yang tumbuh tanpa janji, dan perjuangan mencintai diri sendiri di tengah luka yang belum sembuh. Pelangi di Balik Hujan Rindu bukan sekadar romansa. Ia adalah perjalanan tentang harapan, kehilangan, dan keberanian untuk melepaskan... meski hati belum benar-benar rela.

More details
WpActionLinkContent Guidelines