Like A Sunshine

Like A Sunshine

  • WpView
    Reads 554
  • WpVote
    Votes 103
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, May 11, 2018
"You are like my Sunshine" Kalimat itulah yang menggambarkan perasaan Dafa terhadap Resha. Resha bagaikan matahari untuk Dafa, slalu ada menyinari hidupnya yang kelam walaupun Resha tau tak ada tempat untuknya di hati Dafa. Namun seperti sebuah cahaya, adakalanya ia akan redup jika awan mendung memaksa untuk datang. Membuat cahaya yang cerah itu akan berganti gelap dan hitam. Akan tiba saatnya, Resha akan jenuh terhadap penantian yang tak pernah berbalas. Akan tiba saatnya, Ia akan lelah mengharapkan orang yang tak pernah mengharapkannya Akan tiba saatnya, ia bisa muak untuk bertahan dan berjuang sendirian. Dan disaat itu... Penyesalan akan pergi bersama sang cahaya yang telah berganti arah. Membuat mendung, hujan, dan petir datang bersama Seakan mengutuk rasa yang telah dihianati
All Rights Reserved
#278
cintasendiri
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rama Prananta (Sudah Terbit)
  • ARGA [REVISI]
  • Aspettare
  • Langit dan Cahayanya
  • Sugar Mommy (FreSha)
  •  First Love Again
  • Milk Loving Baby [FreSha]
  • The Fate Of My Life (END)
  • Kakak Tiriku
  • Rasa Dan Rahasia

"Kenapa sih lo gak mau pacaran?" tanya Rama. "Buat gue, pacaran itu gak jelas dasarnya. Karena hanya di dasari sebuah perasaan. Sedangkan yang namanya perasaan kan dinamis, berubah-ubah. Gak pasti, gak jelas, gak signifikan." jawab Rose dengan santai. "Lo harus coba buka hati. Lo harus coba pake perasaan, dengan begitu lo akan ngerti kalau perasaan itu gak sesempit yang lo kira dan gak sedangkal teori yang lo cetuskan." "Caranya?" "Pacaran sama gue." *** Rose yang selalu menggunakan logika di banding perasaan karena ada trauma mendalam yang berkepanjangan. Sedangkan Rama selalu saja berusaha mengulik luka tersebut. Rose berusaha agar tidak ada yang mengetahui luka tersebut, termasuk Rama. Namun, Rama tak pernah kehabisan cara untuk meruntuhkan pertahanan tersebut. *** "Nama lo bagus, sama kayak artinya, mawar. Indah, tapi gak semua orang bisa mendapatkannya. Tapi gue yakin, gue bisa dapetin lo. Selayaknya bunga mawar, lo punya duri buat ngelindungin diri. Jadi gak sembarangan tangan bisa ngedapetin lo. Kalau ada yang nekat, paling tangannya luka kena duri. Tapi gue bisa jamin, gue adalah orang yang pantes buat dapetin lo. Walau harus terluka." -Rama Prananta.

More details
WpActionLinkContent Guidelines