LIGHT POLES (END/TELAH TERBIT)

LIGHT POLES (END/TELAH TERBIT)

  • WpView
    Reads 918
  • WpVote
    Votes 92
  • WpPart
    Parts 22
WpMetadataReadComplete Sat, Jun 19, 2021
Perhatian! Perhatian! Membaca cerita ini dapat mengakibatkan kecanduan dan juga senyum-senyum sendiri karena bisa membawa kebahagiaan yang menyeruak ke dalam jiwa🤭 "Memilih untuk menyimpan rasa dalam jiwa tanpa mengucapkannya dalam bentuk kata hanya akan membawa duka." ~Bianca Ratnasari~ "Aku hanya takut kembali kecewa, ketika cintaku tak bisa jadi nyata. Tapi jika terus kusimpan, segalanya akan berakhir begitu saja dan aku akan kembali kehilangan belahan jiwa." ~Zul Nanda~
All Rights Reserved
#81
cita-cita
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SAJAK SEPIHAK[Feeling Lonely]
  • Rani & Sandro {End}
  • Trapped in a wound
  • 31 Months for You (Revisi)
  • Khayalku
  • I'm Sorry, I Must Go On
  • " To Love ,To Lose "
  • A Story Never Told [21+]
  • Takdir Terbaik

Viona Sekar Liana mencintai dengan cara yang sederhana namun dalam. Ia tak pernah menuntut banyak, hanya berharap didengar, dipahami, dan dihargai. Tapi bagi Rey, cinta yang terlalu tenang seringkali terasa biasa. Ia lebih tertarik pada gemerlap luar, pada yang baru, pada perhatian yang dibungkus glamor. Saat Viona mulai lelah dan memilih untuk mundur, Rey baru menyadari: tidak semua cinta bisa diulang. Ia mencari Viona dalam percakapan dangkal, mencoba menambal sepi dengan kebersamaan yang terasa kosong. Tapi kehangatan yang dulu ia abaikan telah menemukan tempat baru-di pelukan seseorang yang mencintai Viona tanpa syarat. Di tengah luka dan harapan yang tak pernah pulang, Viona belajar melepaskan. Belajar bahwa cinta tak seharusnya diperjuangkan sendirian. Dan Rey? Ia tetap di sana, terjebak dalam sajak-sajak sepihak yang tak pernah ia tulis, tapi terus ia sesali. Sajak Sepihak adalah kisah tentang mencintai terlalu dalam, bertahan terlalu lama, dan akhirnya... belajar merelakan tanpa harus melupakan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines