RIVAL [Sudah Terbit]

RIVAL [Sudah Terbit]

  • WpView
    Membaca 926,340
  • WpVote
    Vote 92,458
  • WpPart
    Bab 43
WpMetadataReadLengkap Jum, Mar 16, 2018
[SEGERA TERBIT] Jika kamu dan seorang yang baru saja kamu kenal memenangkan undian seratus juta, apa yang akan kamu lakukan? Well... ngga tau sih denganmu, tapi Pradipta dan Dwenda langsung rebutan. Setelah disita Pak Budi, Dipa dan Eda terpaksa bersekutu menjalankan serangkaian rencana demi merebut kembali hadiah mereka. Rencana-rencana aneh mereka bukan hanya membawa mereka ke situasi-situasi yang tidak biasa, tapi juga perlahan menguak rahasia hidup mereka masing-masing... "Makanya, bego tuh jangan dipiara, Da. Ngga ada faedahnya." - Dipa. "Bener juga ya, Dip. Sama kayak ngomong sama lo, ngga ada faedahnya." - Eda. [UPDATE]: Senin dan Kamis. #72 in Teen Fiction [10/01/2018] #70 in Teen Fiction [12/01/2018] (, ") Hai, saya Feli. Selamat membaca kisah Dipa dan Eda yang bakal bikin kamu baper, kesel, sedih, seneng, deg-degan, pokoknya sejuta rasa campur aduk di setiap episodenya, hehe... semoga terhibur ya! ;) Wattpad: @woyton112
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#102
beliawritingmarathon
WpChevronRight
Seri

Belia Writing Marathon 2

  • PELIK [Sudah Terbit]
    43 bab
  • MODUS [Sudah Terbit]
    44 bab
  • JANJI [Completed]
    42 bab
  • KEKI [Sudah Terbit]
    43 bab
  • MANTAN [Sudah Terbit]
    37 bab
  • 43 bab
  • MIMPI [Sudah Terbit]
    43 bab
  • DRAMA [Sudah Terbit]
    43 bab
  • KANGEN
    32 bab
  • LUKA (COMPLETE)
    38 bab
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • PERFECT BAD COUPLE (TERBIT)
  • Summer Triangle  (Revisi)
  • Aku Takut Dicintai
  • Destiny(Selesai)βœ”οΈ
  • Langit & Bintang [END]
  • F A K E ? [End]
  • Jingga dan Senja [SUDAH TERBIT]
  • Kelas A [End]
  • [END] Blind Rainbow
  • Eramnesia

Beberapa detik tatapan mereka beradu. Athur menajamkan tatapan saat Milla terus menatap matanya. "Jangan berani tatap gue!" "Kenapa? Mata lo sakit?" Bukan mundur. Milla malah semakin maju. "Jangan lihat mata gue!" tegas Athur memalingkan wajah. "Oo jadi lo itu sakit mata? Atau mata lo ada beleknya ya? Dih jorok." "Diam!" Milla tersenyum menantang. Ia pindah posisi di depan Athur sehingga cewek itu semakin leluasa menatap mata Athur. Milla mempertajam penglihatan. Ia penasaran, memang ada apa di mata Athur. "Mata lo baik-baik aja. Gak merah tuh," ucapnya bak seorang dokter spesialis mata. Athur menunduk menatap mata Milla penuh amarah. "Minggir." Satu kata keluar penuh penekanan. Bukan Milla jika segera mundur saat ada hal yang menyenangkan. Milla malah semakin maju dan menatap mata beriris hitam pekat itu. "Jangan-jangan mata lo katarak ya. Atau malah mata lo punya virus menular jadi orang lain gak boleh lihat mata lo," ucap Milla bernada berlebihan. Sampai-sampai ia membelalakan mata, membuka mulut serta meletakkan kedua tangan di pipi. Emosi yang sejak tadi Athur kendalikan kini sudah di ujung tanduk. Baru kali ini ada orang yang berani menatap matanya. Bahkan sedekat ini. Apalagi baru kali ini kata-kata dingin Athur tidak mempan. Saat semua orang menunduk ketika Athur mengedarkan pandangan. Milla berbeda. Saat semua orang takut untuk berbicara dengan Athur. Milla berbeda. Dan saat semua orang diam ketika Athur berbicara. Milla berbeda. Tatapan Athur lurus pada mata Milla. "Gue akan buat lo nyesel berani tatap mata gue!" tegasnya bernada mengancam.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan